Akurat

10 Saham Paling Anjlok di Penghujung Pekan

Hefriday | 31 Agustus 2025, 20:47 WIB
10 Saham Paling Anjlok di Penghujung Pekan

AKURAT.CO Pergerakan pasar modal Indonesia pada pekan terakhir Agustus 2025 diwarnai fluktuasi tajam. Meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, sejumlah saham justru rontok dan masuk daftar top losers.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,36% ke level 7.830,4 pada Jumat (29/8/2025). Angka tersebut turun dibanding penutupan pekan sebelumnya di posisi 7.858,8.

Namun, di tengah pelemahan itu, IHSG masih mencatat sejarah dengan rekor all time high (ATH) di level 7.952,08 pada Kamis (28/8/2025). Bahkan, pada hari yang sama IHSG sempat menyentuh ATH intraday di posisi 8.022.

Dari sisi lain, kapitalisasi pasar bursa justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,35% menjadi Rp 14.182 triliun. Rekor kapitalisasi tertinggi juga tercapai pada Rabu (28/8/2025) dengan nilai Rp14.372 triliun.

Baca Juga: IHSG Ambruk 1,53 Persen Imbas Kerusuhan Demo

Likuiditas di bursa turut meningkat signifikan. BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian naik 40,69 persen menjadi Rp25,22 triliun dari Rp17,92 triliun pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian ikut melesat 19,56% menjadi 47,19 miliar saham.

Frekuensi transaksi harian juga bertambah 8,8 persen menjadi 2,31 juta kali. Bahkan, pada Jumat (29/8/2025), bursa mencatat rekor frekuensi transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 2,49 juta kali, melampaui capaian awal pekan sebesar 2,36 juta kali transaksi.

Meski mencetak sejumlah rekor positif, investor asing masih cenderung melakukan aksi jual. Pada perdagangan Jumat (29/8/2025), tercatat net sell sebesar Rp1,12 triliun. Secara kumulatif, investor asing sudah membukukan net sell Rp50,95 triliun sepanjang 2025.

Top Losers

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu  (31/8/2025), tekanan terbesar dialami sepuluh saham yang masuk daftar top losers pekan ini. Saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) menjadi yang terburuk setelah merosot 26,02%, dari Rp1.595 ke Rp1.180.

Kemudian, saham PT Shield on Service Tbk (SOSS) anjlok 22,02% ke level Rp655. Disusul PT WIR Asia Tbk (WIRG) yang melemah 17,57% ke Rp183, serta PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) yang terkoreksi 16,9% ke Rp118.

Saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) juga tidak luput dari tekanan, jatuh 14,71% ke Rp87. Penurunan serupa terjadi pada PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) yang terkikis 14,29% ke Rp102, dan PT Elitery Tbk (ELIT) yang melemah 14,16% ke Rp194.

Daftar top losers dilengkapi oleh saham PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) yang turun 14,1% ke Rp67, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) melemah 13,93% ke Rp210, serta PT Golden Flower Tbk (POLU) yang terpangkas 13,88% ke Rp6.050.

Kondisi pasar yang bergejolak ini menunjukkan bahwa meskipun indeks masih mampu mencetak rekor, sentimen investor terhadap sejumlah emiten belum stabil. Fluktuasi tajam pada pekan terakhir Agustus menjadi sinyal bahwa pasar masih dibayangi faktor ketidakpastian, baik dari dalam negeri maupun global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa