Payment ID Siap Uji Coba September 2025, Ini Fungsi dan Manfaatnya

AKURAT.CO Payment ID adalah sebuah kode unik yang terdiri dari kombinasi sembilan karakter huruf dan angka yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Sistem ini dirancang sebagai platform informasi untuk mencatat transaksi keuangan masyarakat secara rinci, guna meningkatkan akurasi data.
Meskipun sempat beredar kabar akan diluncurkan pada 17 Agustus 2025, Bank Indonesia (BI) telah memastikan bahwa Payment ID masih dalam tahap uji coba (sandbox) dan akan dirilis untuk uji coba pada pertengahan September 2025.
Fungsi dan Tujuan Payment ID
1. Integrasi Aktivitas Keuangan
Payment ID dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas keuangan, meliputi pemasukan dan pengeluaran rekening bank, penggunaan kartu kredit, hingga transaksi melalui dompet digital (e-wallet).
Dengan sistem ini, setiap individu akan memiliki identitas pembayaran yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
2. Peningkatan Akurasi Data dan Kebijakan Publik
Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data transaksi keuangan masyarakat.
BI akan menggunakan data agregat, bukan data pribadi untuk menganalisis potensi pertumbuhan suatu sektor dan berada pada level kebijakan publik, bukan kebijakan individu.
Ini membantu dalam perumusan kebijakan nasional yang lebih baik.
3. Dukungan Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos)
Payment ID disiapkan untuk mendukung peluncuran program bantuan sosial (bansos) non-tunai oleh pemerintah.
Uji coba Payment ID akan dilakukan untuk membantu akurasi penyaluran bansos non-tunai yang rencananya akan diluncurkan di Banyuwangi, Jawa Timur, pada September 2025.
4. Memperkuat Analisis Sektor Keuangan
Payment ID juga bertujuan untuk melengkapi dan memperkuat analisis sektor keuangan, terutama dalam penyaluran kredit.
Ini akan membantu mengukur potensi perekonomian di sektor tertentu berdasarkan konsumsi dan transaksi masyarakat.
Sebagai contoh, Payment ID dapat mendukung perluasan akses pembiayaan terhadap UMKM yang belum dikenal riwayat kreditnya oleh lembaga perbankan.
Status Uji Coba dan Jadwal
Bank Indonesia telah memastikan bahwa peluncuran Payment ID yang sempat direncanakan pada 17 Agustus 2025 dibatalkan.
Sistem ini masih bersifat uji coba dan berada dalam tahap sandbox, yaitu lingkungan uji coba untuk pengembangan perangkat lunak, teknologi, atau regulasi.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan ,mengungkapkan bahwa peluncuran uji coba Payment ID diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan September 2025.
Pemerintah direncanakan akan meresmikan Payment ID pada pertengahan September 2025 di Banyuwangi.
Implementasi Payment ID rencananya akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama ditargetkan berjalan mulai 2027, dan tahap selanjutnya pada 2029 dengan menggandeng berbagai lembaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







