Begini 5 Langkah Memulai Bisnis Skincare Tanpa Harus Punya Pabrik

AKURAT.CO Industri skincare global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laporan Future Market Insights memperkirakan nilai pasar skincare akan melonjak dari USD192,8 miliar pada 2025 menjadi USD432,1 miliar pada 2035, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 8,4%.
Di Indonesia, tren serupa terlihat dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk perawatan kulit lokal. Fenomena ini memicu lahirnya banyak merek baru. Namun, bagi sebagian pelaku usaha, keterbatasan modal dan fasilitas produksi masih menjadi hambatan utama untuk berkembang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maklon skincare hadir sebagai solusi. Melalui mekanisme ini, calon pemilik merek dapat memproduksi produk sesuai konsep tanpa harus memiliki pabrik sendiri.
Baca Juga: Safari Bazaar Putaran 14 Jadi Ekosistem Bisnis Berkelanjutan untuk Genjot UKM
“Memulai bisnis skincare tidak harus menunggu punya pabrik sendiri. Saat ini, dengan sistem maklon yang tepat, siapa pun bisa menciptakan produk berkualitas tinggi secara efisien dan legal,” ujar Marketing Division Head CISAS, Billy Goenawan, di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Lima Langkah Memulai Brand Skincare
Billy memaparkan, ada lima langkah strategis yang dapat dilakukan calon pebisnis skincare untuk memulai brand dengan efektif.
1. Kenali Target Konsumen Secara Spesifik
Menentukan segmen pasar sejak awal menjadi kunci, apakah produk ditujukan untuk kulit sensitif, perawatan anti-penuaan (anti-aging) atau jerawat remaja. Segmentasi jelas akan memudahkan pengembangan produk dan strategi komunikasi merek.
Baca Juga: Safari Bazaar Putaran 14 Jadi Ekosistem Bisnis Berkelanjutan untuk Genjot UKM
2. Bangun Identitas dan Cerita Brand
Di pasar yang kompetitif, identitas merek yang kuat dan memiliki nilai unik akan menarik konsumen.
"Konsumen kini memilih brand berdasarkan cerita dan nilai, bukan hanya fungsi produk,” kata Billy.
3. Gunakan Jasa Maklon Skincare
Alih-alih membangun pabrik sendiri, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan maklon seperti yang disediakan CISAS. Perusahaan ini menawarkan layanan end-to-end, mulai dari riset, formulasi, produksi, pengurusan legalitas, hingga desain kemasan.
4. Urus Legalitas Sejak Awal
Izin edar BPOM, sertifikasi halal, dan perlindungan merek dagang merupakan syarat wajib. CISAS memfasilitasi proses legalitas agar produk bisa langsung masuk ke pasar formal, baik di e-commerce maupun jaringan ritel.
5. Siapkan Strategi Marketing dan Distribusi
Media sosial, marketplace, dan jalur distribusi relevan menjadi saluran penting. Konsistensi narasi dan kualitas komunikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Fokus pada Kreativitas, Teknis Ditangani Profesional
Billy menegaskan, sistem maklon memungkinkan calon pemilik merek untuk fokus pada kreativitas dan pengembangan visi brand. Sementara itu, aspek teknis produksi dan legalitas ditangani oleh tim profesional yang berpengalaman.
“Di CISAS, kami tidak hanya memproduksi produk, tetapi juga mendampingi klien dari tahap awal sampai produk siap diluncurkan ke pasar,” tuturnya.
CISAS, yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun, membuka kesempatan bagi individu kreatif, pelaku UMKM, hingga perusahaan besar untuk memulai bisnis skincare tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri.
Dengan ekosistem terintegrasi, sistem maklon diyakini akan semakin mendorong lahirnya brand-brand skincare lokal yang kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






