AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan masih ada 4 perusahaan yang berada dalam pipeline atau antrean untuk melaksanakan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Tanah Air tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa jumlah tersebut tergolong sedikit jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh selektivitas BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menetapkan calon emiten.
“Sisa empat (perusahaan) sekarang dalam antrean IPO,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan bahwa minimnya jumlah perusahaan dalam pipeline disebabkan oleh berbagai faktor.
Baca Juga: Mau IPO, COIN Oversubscribed 70 Kali
Di antaranya adalah adanya perusahaan yang memilih menunda pencatatan saham karena ingin memperbarui laporan keuangan mereka hingga semester I-2025.
Selain itu, sejumlah perusahaan juga masih dalam proses melengkapi dokumen legal yang menjadi syarat wajib untuk pengajuan IPO, termasuk laporan keuangan audit dan dokumen hukum lainnya.
“Selain itu, terdapat perusahaan yang memang ditolak oleh BEI,” tambah Nyoman tanpa menyebut nama-nama perusahaan yang dimaksud.
BEI, kata Nyoman, terus mendorong agar para calon emiten benar-benar mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum memutuskan melantai di bursa.
Ia menekankan bahwa keberhasilan IPO tidak hanya bergantung pada struktur penawaran maupun waktu pelaksanaan, tetapi juga kesiapan internal perusahaan.
“Dari kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, manajemen, hingga equity story yang disampaikan kepada investor, semuanya harus solid. Itulah yang kami dorong agar proses IPO menjadi sukses jangka panjang, bukan hanya aksi sesaat,” jelas Nyoman.
Sebagai informasi, hingga 20 Juni 2025, BEI mencatat total 14 perusahaan tengah berada dalam antrean IPO.
Sementara itu, pada semester I-2025, sudah terdapat 14 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp7,01 triliun.
Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana terdapat 25 perusahaan yang melakukan IPO pada semester I-2024.
Meski demikian, aktivitas IPO di pasar modal Indonesia tetap berjalan dinamis. Selama pekan ini saja, sebanyak delapan perusahaan dijadwalkan untuk melangsungkan IPO dan mencatatkan saham perdana mereka di BEI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang










