Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP, Sinyal Positif untuk Sektor Sawit

AKURAT.CO Investor senior, Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan setelah tercatat menggenggam 5,02% saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), salah satu emiten unggulan sektor perkebunan kelapa sawit milik Grup Salim.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 24 Juni 2025, kepemilikan Lo mencapai 778.857.000 saham SIMP, menempatkannya sebagai pemegang saham utama baru di atas ambang 5%.
Langkah Lo Kheng Hong membeli saham SIMP dinilai menarik karena valuasi perusahaan masih tergolong murah. Saat ini, rasio price to book value (PBV) SIMP berada di level 0,36 kali, dan price to earnings ratio (PER) di kisaran 3,86 kali secara tahunan.
Baca Juga: Saham DKFT Melejit 22%, Lo Kheng Hong Akui Jadi Pemegang Saham
Dengan valuasi semurah itu, saham SIMP dianggap undervalued oleh banyak pelaku pasar. Selain itu, SIMP berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2024 senilai total Rp 310,02 miliar atau Rp 20 per saham.
Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 30 Juni 2025, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 22 Juli 2025.
Sementara itu, saham-saham emiten sawit lainnya juga mendapat sorotan positif dari kalangan analis. Analis MNC Sekuritas, Raka Junico W, merekomendasikan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) sebagai pilihan utama (top pick) di sektor ini.
Menurut Raka, sektor perkebunan sawit menunjukkan tren pemulihan yang stabil. Data kuartal I-2025 mencatatkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 0,9% secara tahunan (yoy) menjadi 1,84 juta ton.
Dirinya juga menyoroti bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pupuk jenis fosfat dan kalium sejak awal tahun, tekanan biaya input tetap dapat dikendalikan berkat pelonggaran ekspor fosfat dari China serta ketersediaan nitrogen dalam negeri.
Baca Juga: Saham Blue Chip Berguguran, Lo Kheng Hong: Kesempatan Beli Wonderful Company di Harga Diskon
Selain faktor operasional, kebijakan pemerintah juga turut memengaruhi arah industri. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 30/2025 menaikkan bea keluar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. Meskipun langkah ini berisiko mengurangi margin dalam jangka pendek, regulasi tersebut diharapkan dapat mendorong hilirisasi produk sawit nasional.
“Kami tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perkebunan, seiring dengan proyeksi harga CPO yang akan mencapai MYR 4.700 per metrik ton pada tahun ini,” ungkap Raka dalam riset yang dirilis Minggu (29/6/2025).
Untuk rekomendasi saham, MNC Sekuritas menetapkan buy untuk DSNG dengan target harga Rp 1.200 per saham dan STAA dengan target harga Rp 900 per saham. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga direkomendasikan buy meskipun tidak menjadi pilihan utama, dengan target harga Rp 6.450 per saham.
Adapun saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) diberikan peringkat hold, dengan target harga Rp 1.300. Menurut Raka, potensi penurunan harga CPO dan kemungkinan munculnya fenomena cuaca ekstrem La Nina menjadi risiko utama bagi sektor ini ke depan.
Secara keseluruhan, geliat investasi dari tokoh seperti Lo Kheng Hong dan optimisme para analis terhadap sektor sawit menjadi sinyal positif bagi investor. Selain faktor fundamental perusahaan, stabilitas harga CPO dan arah kebijakan pemerintah akan tetap menjadi indikator kunci untuk menyaring peluang dalam sektor perkebunan di tengah dinamika pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








