Harga Bitcoin Menanti Kepastian The Fed dan Stabilitas Geopolitik

AKURAT.CO Harga Bitcoin masih stabil di tengah dua tekanan utama, ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Kedua faktor ini menempatkan pasar kripto, khususnya Bitcoin, dalam posisi waspada dan menunggu arah baru.
Data perdagangan Jumat (20/6/2025) menunjukkan harga Bitcoin berada di level USD104.670. Analis menilai ini mencerminkan fase konsolidasi yang sehat setelah reli panjang sebelumnya.
“Pasar sedang wait and see. Volume menurun, dan indikator teknikal seperti ADX dan RSI menunjukkan tidak adanya dominasi arah tren saat ini,” kata Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.
Baca Juga: Bitcoin Turun Akibat Konflik Timur Tengah, Upbit Indonesia Soroti Pentingnya Diversifikasi
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 4,25–4,50%. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan masih tingginya ketidakpastian global, meskipun inflasi mulai menunjukkan tren menurun.
Pasar merespons kebijakan tersebut dengan tenang, namun tetap waspada. Investor menanti sinyal lanjutan dari The Fed, khususnya menjelang pertemuan FOMC bulan Juli mendatang. Jika bank sentral memberi indikasi dovish, artinya cenderung melonggarkan kebijakan, Bitcoin berpotensi kembali menguat.
“Bitcoin bisa kembali menuju zona USD110.000 jika sinyal dovish dari The Fed diperkuat. Tapi bila nada hawkish kembali menguat, tekanan jual bisa terjadi,” ujar Fyqieh.
Selain The Fed, konflik Israel-Iran juga menjadi pemicu kehati-hatian pasar. Meskipun Bitcoin sempat terkoreksi pasca serangan rudal Israel ke Iran pada 13 Juni, pemulihan terjadi cepat. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang tetap percaya pada aset digital ini.
Menurut Fyqieh, meskipun Bitcoin bersifat global dan terdesentralisasi, harga tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi likuiditas dan stabilitas pasar keuangan global.
Baca Juga: Bitcoin Tertekan Tensi Geopolitik, Pelaku Pasar: Normal
“Konflik geopolitik tidak selalu berarti buruk bagi Bitcoin. Dalam jangka panjang, justru bisa menjadi pemicu minat karena inflasi tinggi dan ketidakpastian fiskal. Tapi tetap harus diwaspadai tekanan jangka pendek,” jelasnya.
Secara teknikal, Bitcoin kini menghadapi resistansi kuat di level 106.500 hingga USD112.000. Adapun support terdekat berada pada level USD102.000, dengan dukungan kuat di kisaran USD93.200 yang bertepatan dengan indikator EMA 200 hari.
Ketahanan Bitcoin dalam situasi ekonomi dan politik global yang kompleks menunjukkan bahwa aset kripto ini semakin dewasa dan tidak bisa diabaikan dalam lanskap keuangan global.
“Bitcoin kini semakin terkorelasi dengan pasar global. Kehadiran institusi besar seperti BlackRock, Fidelity, hingga pemerintah AS membuat pergerakan harganya tidak lagi liar seperti dahulu,” kata Fyqieh.
Pasar kini menanti dua hal yakni arah kebijakan moneter AS dan arah eskalasi konflik Timur Tengah. Dalam ketidakpastian itu, Bitcoin terus menarik perhatian sebagai aset spekulatif yang perlahan berubah menjadi alat lindung nilai global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









