DPR Soroti Tingginya Biaya Avtur dan Maintenance dalam Tarif Pesawat

AKURAT.CO Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko, menyoroti struktur komponen biaya dalam penentuan tarif pesawat udara yang dinilai sudah saatnya ditinjau ulang.
Dalam rapat Komisi V bersama Kementerian Perhubungan, ia menyoroti mahalnya harga avtur dan membengkaknya biaya perawatan pesawat (maintenance) yang dinilainya sudah tidak rasional.
"Jadi ada sewa pesawat, maintenance, avtur seperti itu. Saya rasa kalau avtur itu nanti mungkin kebijakannya di Kementerian ESDM bagaimana bisa mengefisienkan," ujar Sudjatmiko dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhubdi Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, seperti dikutip Minggu (25/5/2025).
Baca Juga: Komisi V DPR Usul Ada Aturan Baru Untuk Transportasi Online
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Parlementaria dari situs resmi Pertamina, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per Mei 2025 tercatat sebesar Rp12.743 per liter untuk penerbangan domestik. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga avtur di sejumlah negara tetangga.
"Jadi kalau avtur di luar negeri Rp7.000 di Indonesia Rp12.000 ya kira-kira. Padahal negaranya tidak begitu jauh lagi dan bahkan yang jualan Rp7.000 itu dulu belajarnya sama orang Indonesia. Ini agak fenomena nih sebenarnya," sindir politisi Fraksi PKB ini.
Tak hanya soal avtur, Sudjatmiko juga menyoroti komponen biaya perawatan pesawat yang menurutnya terlalu tinggi. Ia menerka bahwa salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri di sektor perawatan pesawat.
"Yang kedua untuk maintenance tadi Pak Dirjen, ini kalau saya bilang faktor maintenance seperti itu menurut saya masih terlalu tinggi. Mungkin kalau sparepart oke lah tapi SDM ini menurut saya masih bisa ditekan," lanjutnya.
Ia menyarankan agar pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan dan lembaga pendidikan terkait, turut ambil bagian dalam membangun ekosistem SDM yang mumpuni di bidang aviasi. Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki banyak lulusan teknik penerbangan berkualitas, namun banyak dari mereka justru memilih bekerja di luar negeri karena minimnya peluang dalam negeri.
Baca Juga: Komisi V DPR Akan Gelar RDP Bersama Driver Ojol, Dorong Regulasi Transportasi Online
"Jadi, bagaimana cara menekannya? Ini harus harus dibantu juga dari kementerian, misalkan menyediakan SDM-SDM yang luar biasa dari Indonesia. Kita tahu beberapa tahun dulu banyak sarjana-sarjana hebat industri penerbangan dari Bandung, pabriknya di Bandung tapi tidak balik lagi di Indonesia seperti itu. Itu mungkin bisa jadi salah satu faktor supaya biaya maintenance lebih murah," saran Sudjatmiko.
Merujuk paparan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, avtur masih menjadi komponen biaya paling besar dalam struktur tarif tiket pesawat udara, yakni sekitar 27-28% dari total biaya. Sementara itu, biaya maintenance mengalami lonjakan tajam dari hanya 7,3% pada 2019 menjadi 20,14% di tahun 2025.
"Jika digabungkan dengan biaya sewa pesawat, ketiganya menyumbang lebih dari 50% dari total komponen tiket pesawat, baik pada 2019 maupun 2025," tegasnya.
Dengan tingginya porsi tersebut, Sudjatmiko mendesak adanya langkah konkret lintas kementerian untuk meninjau ulang kebijakan yang berkaitan dengan biaya-biaya tersebut agar harga tiket pesawat dapat lebih terjangkau oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




