Industri Reasuransi Tertekan, OJK Dorong Peningkatan Modal Hadapi Risiko Besar

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa pendapatan premi reasuransi hingga Februari 2025 tercatat sebesar Rp5,46 triliun, turun 20,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menambah beban industri yang tahun lalu mengalami defisit reasuransi sebesar Rp12,10 triliun.
Meski demikian, Ogi optimistis premi reasuransi akan kembali mencatatkan pertumbuhan positif pada akhir tahun 2025.
"Dinamika pasar yang semakin kompleks, lanjutnya, seperti fenomena hardening market di sektor properti dan engineering, menjadi tantangan tersendiri bagi industri," paparnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: OJK Dorong Negosiasi Tarif Impor AS Demi Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo
Ditambah lagi, keterbatasan kapasitas reasuransi domestik membuat sekitar 40% premi harus dialihkan ke reasuransi luar negeri.
"Ketergantungan pada reasuransi asing membuat industri rawan terdampak kebijakan perdagangan global, seperti kenaikan tarif impor AS," katanya.
Oleh karena itu, dalam rangka memperkuat ketahanan industri, lanjutnya, OJK mewajibkan perusahaan reasuransi domestik meningkatkan modal, sehingga mampu menanggung risiko besar secara mandiri.
Selain itu, OJK mendorong peningkatan kapasitas tenaga ahli di bidang manajemen risiko serta mengkaji opsi pembentukan perusahaan reasuransi besar dalam negeri.
Seperti yang diketahui, per Februari 2025, OJK mencatat 106 dari total 144 perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia telah memenuhi ketentuan minimum ekuitas, yang batas akhirnya ditetapkan hingga 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









