AKURAT.CO Dunia kripto makin hari makin banyak kejutan. Salah satu yang saat ini sedang naik daun adalah stablecoin.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (9/4/2025), Stablecoin dalah mata uang digital yang nilainya “menempel” ke aset stabil seperti dolar AS. Nah, yang bikin menarik, stablecoin ini digadang-gadang bisa jadi game changer dalam sistem transfer uang global.
Bahkan, perusahaan modal ventura terkenal, Andreessen Horowitz (a16z), mengatakan kemunculan stablecoin seperti kehadiran WhatsApp di dunia komunikasi. Dampaknya sangat besar!
Kalau biasanya kirim uang ke luar negeri itu harus melewati banyak perantara bank, kartu pembayaran, dan lembaga keuangan lainnya, sekarang prosesnya bisa lebih sederhana. Dengan stablecoin, semuanya bisa dilakukan langsung lewat jaringan blockchain.
Sebagai gambaran, kirim uang USD200 dari AS ke Kolombia bisa dikenai biaya lebih dari USD12, alias sekitar Rp206 ribuan. Namun dengan stablecoin, hanya sekitar USD0,01 atau Rp170 aja.
Stablecoin sekarang juga mulai dilirik perusahaan-perusahaan besar untuk urusan bisnis internasional. Contohnya, SpaceX milik Elon Musk kabarnya sudah memakai stablecoin untuk mengelola kas perusahaan dan melindungi aset dari naik-turunnya kurs mata uang.
Dalam transaksi bisnis lintas negara, seperti dari Meksiko ke Vietnam, stablecoin bikin semuanya lebih cepat dan hemat. Dulu, kirim USD1.000 bisa memakan waktu hampir seminggu dan dikenai biaya sampai Rp2,5 juta.
Tapi walaupun terlihat mulus-mulus saja, adopsi stablecoin tetap punya tantangan. Salah satunya adalah soal regulasi.
Pemerintah di berbagai negara masih meracik cara penggunaan stablecoin agar aman dan tetap sesuai aturan hukum yang ada, terutama soal anti pencucian uang dan perlindungan konsumen.
Kabar baiknya, beberapa negara termasuk Amerika Serikat mulai bergerak cepat untuk membuat aturan khusus soal stablecoin. Harapannya, regulasi yang jelas ini bisa jadi jembatan antara dunia keuangan tradisional dan dunia kripto yang makin berkembang.
Saat ini kapitalisasi pasar stablecoin pun sudah lebih dari USD200 miliar atau sekitar Rp3.399 triliun. Nilai transaksinya juga tak main-main, yaitu sampai USD15,6 triliun per tahun, bahkan mengalahkan total transaksi Visa dan Mastercard.
Angka-angka ini membuat stablecoin tak hanya jadi alat kirim uang biasa, tapi juga fondasi penting bagi sistem keuangan global. Mulai dari keperluan pribadi sampai skala korporat, stablecoin hadir sebagai solusi praktis, cepat, dan efisien.
Jadi, kalau selama ini kamu pikir kripto cuma soal cuan cepat atau trading harian, sekarang saatnya melirik sisi lain dari dunia digital currency yang satu ini karena bisa jadi jembatan masa depan sistem keuangan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik










