Daya Beli Tertekan, Ekonom: Stimulus Transportasi Jadi Harapan

AKURAT.CO Jelang Ramadan 2025, daya beli masyarakat Indonesia masih menghadapi tekanan. Diketahui jumlah kelas menengah di Indonesia menurun dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 47,9 juta orang pada 2024.
Tentunya pergeseran ini membuat lebih banyak masyarakat masuk ke kategori rentan ekonomi, yang berdampak pada pola konsumsi selama Ramadan.
Menurut Ekonom Permata Bank, Josua Pardede memaparkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2025 berada di level 126,4, masih dalam kategori optimis, tetapi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
"Konsumen tetap optimis terhadap pendapatan di masa depan, tetapi persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah, terlihat dari menurunnya indeks ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama," ucapnya ketika dihubungi oleh Akurat.co, Selasa (18/3/2025).
Baca Juga: Mudik Gratis KAI Siapkan 28.364 Kursi, Apakah Pendaftarannya Masih Buka?
Tak sampai disitu saja. dirinya juga memproyeksikan bahwa stimulus yang saat ini sudah dikeluarkan oleh pemerintah seperti diskon tiket pesawat dan sebagainya akan berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
"Diskon transportasi diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama ke daerah tujuan mudik, yang berpotensi menggerakkan ekonomi di daerah. Selain itu, pemerintah juga membatalkan rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sebagian besar barang dan jasa serta memberikan diskon tarif listrik. Kebijakan ini dinilai akan membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi," ucapnya kembali.
Baca Juga: Hindari Kemacetan, DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Mudik Lebih Awal
Secara keseluruhan, lanjutnya, meskipun konsumsi diperkirakan tetap tumbuh selama Ramadan, pola belanja masyarakat diprediksi akan lebih fokus pada kebutuhan pokok dan transportasi, sementara pembelian barang tahan lama kemungkinan masih tertahan.
"Intinya dengan adanya stimulus fiskal dan inflasi yang relatif terkendali, perekonomian Indonesia di kuartal I-2025 diperkirakan tumbuh sekitar 5,1%," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









