Akurat

Bitcoin Melemah Tapi Diprediksi Bisa Sentuh USD122 Ribu pada Februari

Gianto | 30 Januari 2025, 07:20 WIB
Bitcoin Melemah Tapi Diprediksi Bisa Sentuh USD122 Ribu pada Februari

AKURAT.CO Pasar kripto mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir pada Rabu (29/1/2025).

Dengan harga Bitcoin (BTC) terkoreksi 0,17 persen ke level USD102.040 per koin atau sekitar Rp1,65 miliar (kurs Rp 16.233).

Meskipun mengalami penurunan jangka pendek, sejumlah analis masih optimistis bahwa Bitcoin berpotensi menembus USD122 ribu pada Februari 2025, terutama berkat momentum Tahun Baru Imlek.

Menurut data Coinmarketcap, per Rabu (29/1/2025), kapitalisasi pasar kripto global turun 0,77 persen menjadi USD3,46 triliun.

Selain Bitcoin, mata uang kripto lain juga mengalami pelemahan, seperti Ethereum (ETH) yang turun 1,87 persen ke USD3.121 per koin dan Binance Coin (BNB) yang turun 1,35 persen ke USD670 per koin.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2025: BTC Diproyeksikan Tembus USD200.000 di Tengah Optimisme Pasar

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa China memainkan peran besar dalam pergerakan harga Bitcoin.

Menurutnya, perayaan Tahun Baru Imlek sering kali menjadi pemicu lonjakan harga, karena banyak investor yang kembali masuk ke pasar.

"Data historis dari 2015 hingga 2023 menunjukkan bahwa dalam 10 hari perdagangan setelah Imlek, harga Bitcoin rata-rata naik sembilan persen. Bahkan, pada beberapa tahun tertentu, seperti 2017, kenaikannya mencapai 15 persen" jelas Fyqieh.

Ia menyebut bahwa pada tahun 2021 dan 2016, kenaikan harga Bitcoin pasca-Imlek juga cukup signifikan, masing-masing sebesar 14 persen dan 13 persen.

Secara keseluruhan, momentum bullish ini biasanya berlangsung hingga hari ke-15 atau 19 setelah Tahun Baru Imlek dengan rata-rata kenaikan mencapai 12 persen.

Baca Juga: 10 Tips Mudah Investasi Bitcoin

Selain faktor musiman, dukungan dari investor institusional juga menjadi pendorong utama prospek positif Bitcoin.

Data menunjukkan bahwa aliran dana ke ETF Bitcoin, termasuk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, telah mencapai USD802 juta dalam sepekan terakhir.

Ini mengindikasikan kepercayaan yang kuat dari investor besar terhadap masa depan Bitcoin.

"Sentimen pasar masih positif, terutama karena Bitcoin kini bergerak dengan korelasi yang lebih rendah terhadap pasar tradisional. Sehingga semakin menarik bagi investor institusional," tambah Fyqieh.

Meski prediksi harga USD122 ribu terdengar optimis, Bitcoin diperkirakan akan mengalami fase konsolidasi setelah mencapai level tersebut.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Tembus USD100.000 di 2024 dan Apa Dampaknya di 2025?

Jika pola historis berulang, Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi sebelum kembali menguat ke level yang lebih tinggi.

Sementara itu, pakar Feng Shui, Michael Surya Mulyana, melihat tren Bitcoin dari perspektif berbeda.

Menurutnya, pasar kripto ibarat lautan digital yang luas, penuh dengan gelombang dan arus bawah yang tak terduga.

Dalam Tahun Ular Kayu 2025, ia memprediksi bahwa awal tahun akan dipenuhi dengan volatilitas akibat kebijakan makroekonomi dan regulasi.

Tetapi pada paruh kedua tahun ini, harga Bitcoin diperkirakan akan menunjukkan tren kenaikan yang lebih stabil.

Baca Juga: Outlook Pasar Kripto 2025: Menanti Inovasi Sejenis Bitcoin Berbasis AI dan Tokenisasi RWA

Dengan berbagai faktor yang mendukung, termasuk momentum Tahun Baru Imlek, arus dana institusional serta ekspektasi regulasi yang lebih longgar, Bitcoin diprediksi tetap menjadi aset kripto utama yang menarik bagi para investor.

Namun, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai dan strategi investasi yang matang menjadi kunci untuk meraih keuntungan optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gianto
W
Editor
Wahyu SK