IHSG Melemah Hampir Satu Persen ke 7.394,24 di Tengah Optimisme Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Hefriday | 12 Desember 2024, 18:57 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (12/12/2024) ditutup melemah, meskipun terdapat optimisme terkait peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). IHSG ditutup melemah 70,51 poin atau 0,94% ke posisi 7.394,24.
Kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mencatat penurunan signifikan sebesar 15,66 poin atau 1,76% ke level 874,89. Penurunan ini terjadi meskipun bursa regional Asia didominasi penguatan, dipicu data inflasi AS yang sesuai ekspektasi pasar.
Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, inflasi AS meningkat secara tahunan dari 2,6 persen menjadi 2,7% year on year (yoy), sementara inflasi bulanan naik dari 0,2% menjadi 0,3% month to month (mtm). "Kenaikan ini sesuai dengan prediksi pasar, yang memperkuat probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) dengan peluang mencapai 97%," tulis tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas, dikutip Kamis (12/12/2024).
IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan, namun perlahan bergerak ke zona merah menjelang penutupan sesi pertama. Hingga akhir sesi kedua, indeks terus berada di teritori negatif, menandakan tekanan jual yang signifikan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor mencatat kenaikan dengan sektor barang konsumen non-primer menjadi yang tertinggi, naik 0,55%. Sektor energi dan barang baku turut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,13% dan 0,02%.
Namun, delapan sektor lainnya mengalami koreksi. Sektor kesehatan memimpin pelemahan dengan penurunan sebesar 1,82%, diikuti sektor transportasi dan logistik yang turun 1,49%, serta sektor keuangan yang melemah 1,32%.
Beberapa saham mencatatkan penguatan terbesar, antara lain TRUS, SSTM, MTFN, LMPI, dan JGLE. Sebaliknya, saham seperti SAPX, KREN, MDRN, CINT, dan DAAZ mengalami pelemahan paling signifikan.
Di sisi lain, bursa saham regional Asia bergerak positif. Optimisme pemangkasan suku bunga The Fed mendorong penguatan di berbagai indeks regional. Pasar menyambut baik data inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi, sehingga memperkuat pandangan bahwa The Fed akan memberikan pelonggaran kebijakan pada pertemuan pekan depan.
Meski IHSG saat ini berada di bawah tekanan, peluang rebound masih terbuka, terutama jika sentimen global mengenai suku bunga The Fed terus mendukung pasar. Investor juga menantikan langkah-langkah domestik yang dapat memperkuat pasar saham menjelang akhir tahun.
Investor tetap perlu mewaspadai fluktuasi yang dipengaruhi oleh faktor global, seperti kebijakan moneter AS, serta perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik. Selain itu, dinamika pada sektor keuangan dan kesehatan yang saat ini terkoreksi juga perlu menjadi perhatian utama.
Dengan adanya peluang pemangkasan suku bunga, sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti properti dan infrastruktur diharapkan dapat bangkit dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Hal ini memberikan ruang bagi IHSG untuk kembali menguat menuju akhir tahun.
Meskipun IHSG melemah di tengah sentimen positif dari luar negeri, optimisme terhadap kebijakan The Fed dapat menjadi pendorong utama pemulihan pasar. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau data ekonomi domestik dan global guna mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah volatilitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









