AKURAT.CO Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengajak Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) untuk bersama-sama memperkuat peran koperasi dalam pengelolaan ekonomi nasional.
Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI, Menkop Budi Arie menegaskan pentingnya keterlibatan HIPPI untuk membangun ekosistem koperasi yang lebih progresif dan berdaya saing.
“Kita berharap organisasi seperti HIPPI bisa ikut membantu menggairahkan koperasi untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Dengan begitu koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru ekonomi Indonesia,” ujar Menkop Budi di Jakarta, Selasa (3/12/2024).
“Kita berharap organisasi seperti HIPPI bisa ikut membantu menggairahkan koperasi untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Dengan begitu koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru ekonomi Indonesia,” ujar Menkop Budi di Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga: Menkop Akui Ekosistem Koperasi Kredit Perlu Dibenahi
Salah satu strategi yang ditawarkan adalah kolaborasi dalam program hilirisasi kelapa sawit, tambah Budi, disini, koperasi berperan mengkonsolidasikan hasil panen petani, sementara HIPPI menangani hilirisasi hingga pemasaran produk.
Salah satu strategi yang ditawarkan adalah kolaborasi dalam program hilirisasi kelapa sawit, tambah Budi, disini, koperasi berperan mengkonsolidasikan hasil panen petani, sementara HIPPI menangani hilirisasi hingga pemasaran produk.
“Petani cukup menanam dan panen, untuk pengolahan dari TBS ke CPO hingga ke pasar, ini bisa dikelola oleh pihak yang berkeahlian seperti HIPPI,” tambahnya.
Namun, tantangan besar tetap ada. Kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini masih di bawah 5 persen. Untuk itu, Budi Arie mendorong penggabungan entitas usaha koperasi yang serumpun atau dikenal sebagai Koperasi Multi Pihak (KMP). Dengan langkah ini, koperasi diharapkan lebih kompetitif dan mampu memberikan dampak signifikan pada ekonomi nasional.
Namun, tantangan besar tetap ada. Kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini masih di bawah 5 persen. Untuk itu, Budi Arie mendorong penggabungan entitas usaha koperasi yang serumpun atau dikenal sebagai Koperasi Multi Pihak (KMP). Dengan langkah ini, koperasi diharapkan lebih kompetitif dan mampu memberikan dampak signifikan pada ekonomi nasional.
Senada dengan Budi, Ketua Umum DPP HIPPI Erik Hidayat juga menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada penggunaan produk lokal dan perlindungan terhadap aset nasional. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan ekonomi di tengah ancaman akuisisi asing terhadap perusahaan strategis dalam negeri.
"HIPPI optimistis kolaborasi dengan koperasi dapat membuka peluang baru, seperti revitalisasi lahan pertanian organik oleh DPD HIPPI Bali yang sudah berhasil menciptakan beras sehat berkualitas tinggi. Program ini dapat diintegrasikan dengan inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kemenkop, sehingga mendukung pemerataan ekonomi rakyat," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










