Kemenkop Didorong Perkuat Agromaritim Berbasis Koperasi
Demi Ermansyah | 7 November 2024, 18:53 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti pentingnya peran koperasi dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional. Ia meminta agar koperasi dimaksimalkan menjadi basis roda ekonomi untuk pengembangan sektor agromaritim di Indonesia.
Perlu diketahui, sektor agromaritim menjadi salah satu agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045. Hal tersebut disampaikan oleh Nurlaela dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Nurlaela menekankan bahwa sektor agromaritim memiliki potensi besar untuk dikelola dengan basis perekonomian koperasi. Harapannya, sektor ini dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional.
Sebagai informasi, meskipun Indonesia menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020, sektor agromaritim berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 13,71% dan kontribusinya terhadap PDB mencapai 13,35%.
Selain itu, sektor agromaritim juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yaitu sekitar 28,21% dari total tenaga kerja nasional. Oleh sebab itu, Indonesia perlu mengembangkan sektor agromaritim, terutama mengingat besarnya populasi penduduk yang linier dengan kebutuhan pangan berkelanjutan.
"Sektor agromaritim ini menunjukkan kontribusi yang sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia, bahkan di masa pandemi. Hal ini membuktikan bahwa sektor ini memiliki potensi yang luar biasa untuk terus berkembang," ungkap Nurlaela, dikutip Kamis (7/11/2024).
Ia menyebutkan, salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk sektor agromaritim adalah wilayah Jawa Barat, seperti Laut Pangandaran.
"Saya ingin mengetahui bagaimana Menteri Koperasi dapat membantu mengkondisikan koperasi di daerah pesisir, seperti Koperasi Unit Desa (KUD), yang mayoritas anggotanya adalah nelayan. Kami berharap koperasi dapat membantu mensejahterakan masyarakat nelayan dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam laut yang sangat besar," lanjutnya.
Terakhir, Nurlaela mengusulkan agar Kementerian Koperasi dapat bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat koperasi nelayan, termasuk mendiskusikan tata cara penangkapan ikan yang berkelanjutan serta meningkatkan kapasitas koperasi nelayan di wilayah pesisir.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia yakin sektor agromaritim berbasis koperasi dapat memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.
"Koperasi yang sehat dan aktif bisa menjadi katalisator bagi kemajuan ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan. Kami berharap koperasi dapat mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di daerah pesisir untuk kesejahteraan rakyat," tandas legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat X itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








