IHSG Turun 1,4 Poin ke 7.787,56, Saham TLKM Paling Merosot

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 1,4 poin atau 0,02% pada level 7.787,565 dalam penutupan perdagangan hari ini, Rabu (23/10/2024).
Dari pergerakan pasar hari ini, sebanyak 22 saham mengalami kenaikan, sementara 21 saham lainnya mengalami penurunan. Pelemahan IHSG kali ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih fluktuatif, meskipun beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan.
Baca Juga: IHSG Nanjak 0,32 Persen, Saham Lippo Group Dominasi Top Gainers
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau dikenal sebagai Top Gainers di antaranya:
- Saham JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk) sebesar 2,54%
- Saham MIKA (Mitra Keluarga Karyasehat Tbk) sebesar 2,10%
- Saham HMSP (H.M. Sampoerna Tbk) sebesar 1,42%
- Saham BSDE (Bumi Serpong Damai Tbk) sebesar 1,21%
- Saham BBCA (Bank Central Asia Tbk) sebesar 0,95%
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar atau Top Losers pada perdagangan hari ini adalah:
- Saham TLKM (Telkom Indonesia (Persero) Tbk) sebesar -2,33%
- Saham PTBA (Bukit Asam Tbk) sebesar -1,64%
- Saham INCO (Vale Indonesia Tbk) sebesar -1,41%
- Saham TOWR (Sarana Menara Nusantara Tbk) sebesar -1,23%
- Saham ACES (Aspirasi Hidup Indonesia Tbk) sebesar -1,07%
Penurunan pada saham Telkom Indonesia (TLKM) dan Bukit Asam (PTBA) menjadi sorotan, meskipun beberapa saham seperti Japfa Comfeed (JPFA) dan Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah pelemahan IHSG.
Para analis menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, mengingat pergerakan IHSG yang cenderung berfluktuasi. Penting bagi investor untuk memperhatikan faktor-faktor fundamental serta sentimen pasar yang bisa mempengaruhi performa saham kedepannya.
Dengan ketidakpastian yang masih melingkupi pasar global dan domestik, investor disarankan untuk terus melakukan analisis mendalam sebelum melakukan transaksi. Keputusan yang tepat dapat membantu meminimalisasi risiko sekaligus memaksimalkan peluang keuntungan di pasar saham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









