Deindustrialisasi Diperparah Minimnya Dukungan Perbankan

AKURAT.CO Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menjelaskan bahwasanya minimnya dukungan perbankan menjadi salah satu penyebab kontraksinya sektor manufaktur di Indonesia. Di mana, pelaku industri sulit mengakses pendanaan dan ini masih menjadi permasalahan utama saat ini.
"Sebab sektor perbankan di Indonesia cenderung bersifat procyclical, hanya menyalurkan dana kepada sektor-sektor yang tumbuh dan menghindari industri yang sedang melemah," paparnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Mereka (perbankan), lanjutnya, cenderung menaruh uangnya di instrumen surat berharga negara atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dianggap lebih aman.
Baca Juga: Melemahnya Permintaan Perparah Kontraksi Manufaktur RI
Karena itulah, kondisi ini memperburuk situasi di sektor manufaktur, di mana industri yang sebenarnya membutuhkan suntikan dana untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi justru mengalami kesulitan mendapatkan akses pendanaan.
"Sebagai akibatnya, banyak industri manufaktur yang terpaksa menunda ekspansi atau bahkan mengurangi produksi, sektor perbankan yang memilih main aman dengan menempatkan dananya di surat berharga daripada membiayai sektor riil ini mencerminkan sikap hati-hati di tengah perlambatan ekonomi," paparnya kembali
Namun, tambahnya, ini juga mengurangi peluang sektor manufaktur untuk bangkit dari kontraksi yang terus berlanjut selama beberapa bulan terakhir.
"Oleh karena itu, perlu ada kebijakan dari pemerintah atau otoritas moneter untuk mendorong bank agar lebih proaktif dalam mendukung industri yang sedang tertekan, khususnya manufaktur," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








