Porsi Kredit UMKM BRI Melaju hingga 81,96 Persen di Kuartal II-2024
Demi Ermansyah | 25 Juli 2024, 16:59 WIB

AKURAT.CO Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu tidak heran apabila pemerintah hingga perbankan tak pernah henti-hentinya menggenjot sektor tersebut, baik dari insentif, pelatihan hingga kepada penyaluran kredit.
Salah satunya yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), baru-baru ini mencatat porsi penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kuartal II-2024 mencapai 81,96 persen dari total kredit yang disalurkan.
Di mana porsi kredit tersebut berarti setara dengan Rp1.095,64 triliun yang disalurkan BRI kepada segmen UMKM. Secara keseluruhan, BRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.336,78 triliun hingga akhir kuartal II-2024 atau tumbuh 11,2% secara tahunan (year on year/YoY).
"Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yaitu dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas," ucap Direktur Utama BRI, Sunarso dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Merinci lebih lanjut, Sunarso menjelaskan bahwa kredit yang disalurkan BRI untuk segmen mikro hingga Juni 2024 tercatat sebesar Rp623,01 triliun. Sedangkan segmen kecil dan menengah sebesar Rp273,81 triliun serta segmen konsumer sebesar Rp198,82 triliun. Adapun kredit korporasi BRI tercatat Rp241,15 triliun.
"Pertumbuhan kredit BRI diikuti dengan penyaluran kredit yang selektif dan prudent sehingga mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan, dimana h tersebut dapt dilihat dari rasio loan at risk (LAR) BRI yang tercatat membaik atau turun dari semula 14,94 persen pada akhir kuartal II-2023 menjadi 12 persen pada akhir kuartal II-2024," ucapnya kembali.
Sedangkab untuk rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), paparnya, BRI terjaga di kisaran 3,05 persen, dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen.
Sebagai bank yang memiliki portofolio terbesar di segmen UMKM, Sunarso mengatakan bahwa NPL di kisaran 3% ini menunjukkan bahwa BRI mampu menjaga kualitas kreditnya dengan baik melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen risiko (risk management) yang baik. "Karena main di UMKM dalam situasi seperti saat ini adalah tidak mudah. Saya katakan tidak mudah dan penuh tantangan," ujar dia.
Maka, imbuh Sunarso, apabila bank mampu menjaga NPL-nya di kisaran 3%. Hal tersebut merupakan bukti bahwa pengelolaan kredit kepada UMKM yang sedang menghadapi banyak tantangan ini dapat dikelola dengan baik risikonya.
Menurut Sunarso, kehadiran AgenBRILink terbukti mampu menjawab karakteristik nasabah mikro dan saat ini memiliki peranan yang penting dalam roda perekonomian serta kehidupan masyarakat.
Sebagai informasi, hadirnya AgenBRILink memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat Indonesia melalui fitur-fitur dan layanan yang disediakan. Seperti untuk pembayaran tagihan listrik, air, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, serta transaksi lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 830 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot









