Waspadai Berbagai Modus Penipuan dalam Transaksi Digital

AKURAT.CO Bank DKI mengimbau masyarakat mewaspadai berbagai modus penipuan ketika bertransaksi digital.
Pemimpin Grup Operasional PT Bank DKI, Irfan Budiman, menjelaskan bahwa terdapat beberapa ciri yang harus diwaspadai agar tidak menjadi korban penipuan.
"Silakan periksa apakah fitur meneruskan (forwading) SMS kita aktif atau tidak. Bisa menekan *#62#. Kalau di ponsel kita ada melakukan forward sesuatu enggak ke tempat lain? Biasanya kalau ponsel terkena malware akan tertera yes," jelas Irfan dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (21/7/2024).
Baca Juga: Cara Menggunakan Fitur 'Jendela Otomatis' di macOS Sequoia
Ciri-ciri lain adalah ponsel mengalami panas yang tidak wajar, terdapat suara-suara aneh, baterai ponsel cepat habis, ada SMS OTP.
Kemudian susah mematikan ponsel, tampilan berbeda, layar terlihat aneh, ponsel lambat, ada tanda LED hijau dan pesan forwarding.
Menurut Irfan, apabila ponsel sudah terinfeksi APK jahat, masyarakat tidak perlu panik.
Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti flight mode - uninstall, cari aplikasi yang mencurigakan lalu uninstall melalui pengaturan, hapus hak akses device pada browser, ganti password dari komputer, ganti ATM dan melakukan factory reset.
Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Redmi K70 Ultra Championship Edition Berkolaborasi dengan Lamborghini
"Kalau sudah terkena, pertama lapor ke bank-nya. Minta tolong rekening diblokir. Kalau di bank DKI bisa ke 1500-351 atau bisa juga ke layanan WhatsApp dan Instagram kita," jelasnya.
Untuk mencegah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, Irfan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memberikan data pribadi.
Selain itu, jangan melakukan klik link yang mencurigakan.
Hindari mengunduh file yang mencurigakan, verifikasi pengirim email dan aktifkan filter spam. Serta gunakan two factor authentication dan memasang antivirus.
Baca Juga: Empat Pesawat Bantu Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Pembangunan Bandara VVIP di IKN
"Namun jangan takut bertransaksi dengan digital. Mau itu pakai QRIS, transfer, kartu dan lain sebagainya. Intinya selalu hati-hati," Irfan berpesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









