Pertamina dan Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen untuk Transportasi Rendah Karbon

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen sebagai energi bersih untuk transportasi publik dan pemanfaatan energi rendah karbon di Jakarta.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza di Jakarta, Senin (12/10).
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi Pertamina dan Transjakarta untuk mendorong pemanfaatan energi rendah karbon di sektor transportasi, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dan peningkatan kualitas udara di Ibu Kota.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan bahwa pengembangan hidrogen untuk transportasi publik membutuhkan kolaborasi erat antara penyedia energi dan operator transportasi agar dapat diterapkan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kami ingin menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi bersih di sektor transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi dan pengurangan emisi,” ujar Oki dalam keteranganya, Selasa (13/10/2026).
Menurut Oki, penjajakan bersama ini mencakup kajian dan pengembangan solusi energi bersih, termasuk peluang penerapan kendaraan berbasis hidrogen melalui program percontohan (pilot project/proof of concept). Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pemanfaatan hidrogen yang lebih luas di Indonesia.
Inisiatif ini juga sejalan dengan pengembangan proyek Waste to Hydrogen (W2H) Pertamina, yang menjajaki pemanfaatan gas metana dari sampah untuk menghasilkan biometana dan hidrogen rendah karbon.
Inisiatif tersebut menghubungkan pengembangan energi bersih dengan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Dalam rencana pengembangan tersebut, dua bus berbasis hidrogen atau fuel cell electric vehicle (FCEV) ditargetkan mulai ditempatkan pada 2028. Bus yang berasal dari hibah Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia itu direncanakan untuk dimanfaatkan dalam layanan Transjakarta, dengan dukungan pengembangan infrastruktur produksi dan pengisian hidrogen.
Melalui kolaborasi dengan Transjakarta, Pertamina berharap pengembangan hidrogen dapat menjadi salah satu alternatif energi bagi transportasi publik sekaligus membuka peluang penerapan teknologi rendah karbon di masa mendatang. “Kami berharap penjajakan ini menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya ekosistem hidrogen di Indonesia,” tukas Oki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








