Menteri Ara: BRI Topang 52 Persen Penyaluran KUR Perumahan Nasional

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi penopang utama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan nasional sepanjang 2026. Hingga 20 Juni 2026, BRI telah menyalurkan Rp10,18 triliun atau sekitar 52% dari total realisasi KUR Perumahan yang mencapai Rp19,2 triliun.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan, dominasi BRI menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan realisasi program KUR Perumahan pada semester pertama tahun ini.
"BRI menjadi bank dengan kontribusi terbesar. Realisasinya mencapai Rp10,18 triliun atau sekitar 52 persen dari total pencapaian nasional," ujar Maruarar di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Realisasi KUR Perumahan Tembus 54 Persen, Pemerintah Tambah Plafon Rp14 Triliun
Di bawah BRI, penyaluran KUR Perumahan diikuti oleh Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Mandiri.
Sementara untuk kelompok bank pembangunan daerah, kontribusi terbesar berasal dari Bank Jateng, disusul Bank Bali, Bank Jatim, Bank Jabar, dan Bank Sumut.
Adapun dari kelompok perbankan swasta, Bank Nobu menjadi penyalur terbesar, diikuti Bank Artha Graha dan Bank Mandiri Taspen.
Data tersebut menunjukkan keterlibatan industri perbankan yang semakin luas dalam mendukung program pembiayaan sektor perumahan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Sebagai konteks, KUR selama ini lebih dikenal sebagai instrumen pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun dalam pemerintahan Presiden Prabowo, skema tersebut diperluas ke sektor perumahan guna mempercepat pembangunan hunian dan mendukung rantai pasok industri properti.
Pentingnya program ini tidak hanya terlihat dari sisi pembangunan rumah, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku usaha pendukung.
Pemerintah mencatat kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan dapat mengakses pembiayaan dengan plafon hingga Rp20 miliar dan bunga 5%.
Baca Juga: Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah tetap memperoleh akses pembiayaan rumah subsidi dengan bunga tetap 5% dan uang muka (DP) 1% yang masih dipertahankan pemerintah meski tren suku bunga global masih tinggi.
Tingginya penyaluran KUR Perumahan membuat pemerintah memutuskan menaikkan plafon program dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun pada tahun ini.
Kenaikan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan sektor properti nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









