Arus Balik Natal 2024, 309.437 Kendaraan Menuju Jabodetabek

AKURAT.CO PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatatkan angka arus balik yang signifikan pada Libur Hari Natal 2024. Selama periode Kamis hingga Jumat, 26-27 Desember 2024, sebanyak 309.437 kendaraan tercatat kembali ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) setelah merayakan Natal di berbagai daerah.
Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup besar, dengan kenaikan 14,3% dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 270.840 kendaraan.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan total kumulatif kendaraan yang melewati empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama. "Keempat GT ini menjadi titik utama penghubung jalur arus balik dari berbagai arah ke wilayah Jabotabek", ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga: 1,3 Jutaan Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Selama Libur Nataru 2025
Dalam distribusinya, kendaraan yang kembali ke Jabotabek mayoritas berasal dari arah Trans Jawa dan Bandung. Sebanyak 141.421 kendaraan (45,7%) terdata kembali dari arah Timur, melalui GT Cikampek dan GT Kalihurip. Dari arah Barat, melalui GT Cikupa (Merak), tercatat 93.664 kendaraan (30,3%), sementara dari arah Selatan (Puncak) melalui GT Ciawi sebanyak 74.352 kendaraan (24%).
Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan yang kembali melalui jalur Trans Jawa. Di GT Cikampek Utama, yang menghubungkan Jakarta dengan Cikampek, tercatat 66.506 kendaraan kembali ke Jabotabek, meningkat 26,9% dibandingkan dengan volume lalu lintas normal. Sementara itu, dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama, terdapat 74.915 kendaraan yang kembali, meningkat 28,5% dibandingkan lalu lintas normal.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut mencapai 141.421 kendaraan, mencatatkan peningkatan sebesar 27,7% dibandingkan dengan kondisi normal. Meski demikian, arus lalu lintas dari arah Merak melalui GT Cikupa justru mengalami penurunan sebesar 2,33% dibandingkan dengan lalin normal, dengan total 93.664 kendaraan.
Puncak arus balik tercatat pada Jumat, 27 Desember 2024, dimana kendaraan yang menuju arah Trans Jawa mengalami peningkatan. Sebanyak 42.767 kendaraan tercatat melewati GT Cikampek Utama pada hari tersebut, meningkat 32,6% dibandingkan dengan lalu lintas normal yang hanya mencatatkan 32.260 kendaraan.
Sebagai langkah untuk memfasilitasi kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga kembali memperkenalkan potongan tarif tol 10% bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan dari Semarang menuju Jakarta Sabtu (28/12/2024).Potongan tarif ini berlaku sepanjang ruas Jalan Tol Trans Jawa, khususnya bagi kendaraan yang melintasi GT Kalikangkung hingga GT Cikampek Utama.
Hal ini diharapkan dapat memperlancar distribusi kendaraan dan mencegah terjadinya penumpukan di titik-titik tertentu. Lisye Octaviana menambahkan, potongan tarif ini berlaku selama 24 jam pada Sabtu (28/12/2024), mulai pukul 05.00 WIB hingga 05.00 WIB keesokan harinya. Program ini juga berlaku untuk semua golongan kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi hingga kendaraan besar.
"Dengan adanya kebijakan ini, Jasa Marga berharap dapat memaksimalkan distribusi lalu lintas dan mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah titik krusial di jalur arus balik," tambahnya.
Berikut adalah rincian potongan tarif untuk perjalanan dari Semarang menuju Jakarta:
- Kendaraan Golongan I (mobil pribadi) yang biasanya dikenakan tarif Rp434.500 akan mendapat potongan menjadi Rp391.050, atau penghematan sebesar Rp43.450
- Kendaraan Golongan II dan III (kendaraan berat seperti bus dan truk) yang semula dikenakan tarif Rp671.000, akan membayar Rp603.900 setelah potongan tarif sebesar Rp67.100
- Kendaraan Golongan IV dan V (kendaraan besar seperti truk gandeng) yang biasanya dikenakan tarif Rp883.500, kini hanya akan membayar Rp795.150, dengan potongan tarif sebesar Rp88.350.
Lisye berharap dengan adanya potongan tarif ini, dapat tercipta distribusi lalu lintas yang lebih merata, serta meminimalisir terjadinya penumpukan kendaraan pada jalur arus balik. "Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui berbagai aplikasi atau media sosial yang tersedia, untuk memastikan perjalanan tetap lancar dan aman," harapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









