Dukung IKN, Kemenhub Teken Adendum Konsesi Pelabuhan Balikpapan

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja menandatangani adendum konsesi untuk layanan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Balikpapan. Langkah ini diambil untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
"Ini merupakan langkah nyata Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Antoni Arif Priadi dalam keterangannya pada Sabtu (31/8/2024).
Penandatanganan adendum dilakukan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Bharto Ari Raharjo, dan Direktur Utama PT. Indika Logistic & Support Services, Adi Darma Shima.
Baca Juga: Ada Kirab Pengembalian Bendera dari IKN, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas
Selain itu, Antoni menambahkan bahwa addendum ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pengelolaan serta pemeliharaan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Balikpapan. Addendum tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi terhadap Perjanjian Konsesi yang ada, yang mencakup layanan di Terminal Indika Logistic & Support Services.
"Pelabuhan Balikpapan adalah salah satu pelabuhan penyangga logistik utama bagi pembangunan IKN Nusantara, sehingga harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pengguna transportasi laut," ujar Antoni.
Antoni menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 8 ayat (3) Perjanjian Konsesi, perlu dilakukan tinjauan ulang mengenai jangka waktu konsesi, yang akhirnya dituangkan dalam addendum.
Beberapa perubahan penting dalam addendum ini antara lain adalah perpanjangan jangka waktu konsesi menjadi 54 tahun dan fee konsesi sebesar 3% dari pendapatan bruto selama masa konsesi. Selain itu, addendum juga memastikan adanya jaminan akses jalan pelabuhan selama dan setelah masa konsesi.
"Addendum ini akan memberikan kepastian hukum untuk kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan oleh PT. Indika Logistic & Support Services," ungkap Antoni.
Lebih lanjut, Antoni berharap bahwa penandatanganan addendum ini akan mempercepat pengembangan infrastruktur pelabuhan dan mendorong perekonomian nasional, khususnya bagi masyarakat di Kalimantan Timur dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









