PPGI Dorong Industri Percetakan Perkuat Daya Saing di Era Digital

AKURAT.CO Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) mendorong industri percetakan nasional memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi digital. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI PPGI yang digelar bersamaan dengan ALLPRINT 2026.
Munas XI tidak hanya membahas pemilihan ketua baru, tetapi juga arah perkembangan industri percetakan ke depan. PPGI mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqa, mengatakan bahwa perusahaan percetakan memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pemerintah. Salah satu jalurnya adalah melalui katalog elektronik yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.
"Harapannya Munas ini tidak hanya memilih ketua, tapi juga bisa keluar dengan satu program kerja yang konkret, bagaimana bisa bersama-sama dengan pemerintah, kita memenuhi harapan dari masyarakat," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Sekitar 90 persen perusahaan percetakan merupakan usaha kecil dan menengah yang dikelola langsung oleh pemiliknya. Akses terhadap pengadaan pemerintah dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar bagi pelaku usaha tersebut.
Selain memperluas pasar, pembaruan mesin menjadi salah satu perhatian dalam meningkatkan daya saing industri. Kementerian Perindustrian memiliki program restrukturisasi mesin yang dapat membantu pelaku usaha memperbarui peralatan produksi.
Menurut Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Citra Rapati, penggunaan mesin yang lebih baru dapat meningkatkan efisiensi produksi. Biaya produksi yang lebih rendah diharapkan membuat industri percetakan nasional semakin kompetitif.
"Jadi salah satunya dengan program restrukturasi mesin, bagaimana meningkatkan efisiensi dari teman-teman di industri ini, mesin peralatannya menjadi lebih update," katanya.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan industri percetakan. Pemerintah turut mendorong business matching dengan sektor lain yang membutuhkan produk cetak, seperti label dan kemasan.
Ketersediaan bahan baku juga menjadi perhatian karena kertas merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi. Kolaborasi dengan industri kertas diperlukan agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dengan spesifikasi dan harga yang sesuai.
PPGI melihat perkembangan mesin digital sebagai bagian dari perubahan teknologi di industri percetakan. Pelaku usaha didorong mengikuti perkembangan tersebut agar dapat memilih peralatan yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
Munas XI PPGI digelar bertepatan dengan ALLPRINT 2026 yang menghadirkan berbagai perkembangan mesin dan peralatan grafika. Momentum ini menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat teknologi terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








