YouTube Siapkan Cara Baru Melawan Deepfake, Wajah dan Suara Kreator Ikut Dijaga
AKURAT.CO Bayangkan melihat video YouTube yang menampilkan wajah seorang kreator terkenal. Gerak bibirnya terlihat normal, suaranya terdengar persis seperti aslinya, dan cara bicaranya juga meyakinkan. Masalahnya, video tersebut ternyata bukan dibuat oleh orang itu.
Ancaman seperti ini menjadi semakin serius di tengah perkembangan AI generatif. YouTube kini memperluas sistem yang dirancang untuk membantu kreator mendeteksi dan menangani penggunaan wajah serta identitas mereka secara tidak sah dalam konten berbasis AI.
Dalam pembaruan yang diterbitkan YouTube pada 1 Oktober 2026, platform tersebut mengatakan teknologi Likeness Detection yang sebelumnya berfokus pada wajah akan dikembangkan untuk mendeteksi kemiripan suara.
YouTube juga menyiapkan akses Likeness Detection langsung melalui aplikasi mobile untuk kreator berita. Langkah ini menjadi semakin penting karena AI kini mampu membuat video dengan wajah dan suara yang semakin sulit dibedakan dari rekaman asli.
Wajah Bukan Lagi Satu-satunya Masalah
Selama ini, perhatian terhadap deepfake sering berpusat pada wajah. Teknologi AI dapat mengambil wajah seseorang, memasukkannya ke dalam video lain, kemudian membuat seolah-olah orang tersebut mengatakan atau melakukan sesuatu.
Namun, suara juga memiliki peran yang sama penting. YouTube mengatakan mereka akan mulai mengintegrasikan deteksi suara dengan deteksi wajah untuk meningkatkan akurasi pencocokan.
Tujuannya adalah membantu mengidentifikasi konten yang menggunakan kemiripan seseorang tanpa izin. Perubahan tersebut menarik karena suara seseorang dapat menjadi identitas yang sangat kuat.
Bahkan ketika wajah tidak terlihat jelas, suara yang familiar bisa membuat sebuah video terlihat meyakinkan. Seorang kreator, jurnalis, tokoh publik, atau figur internet dapat ditiru hanya dengan menggunakan beberapa karakteristik suara mereka.
Jika sistem YouTube mampu mencocokkan wajah dan suara sekaligus, proses mendeteksi penyalahgunaan identitas berpotensi menjadi lebih akurat.
Tetapi sistem tersebut bukan berarti setiap video AI otomatis akan dihapus. YouTube menempatkan kontrol di tangan kreator dan menggunakan teknologi tersebut untuk membantu mereka mengidentifikasi serta mengambil tindakan terhadap penggunaan kemiripan yang bermasalah.
YouTube Juga Memburu Deepfake di Dunia Berita
Perlindungan identitas menjadi semakin sensitif ketika menyangkut jurnalis dan organisasi berita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








