Professor BRIN Ungkap Teknologi Baterai yang Berpotensi di Indonesia

AKURAT.CO International Battery Summit (IBS) 2026 berlangsung pada 26-28 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Salah satu teknologi yang dinilai berpotensi adalah baterai berbasis sodium atau sodium-ion battery, terutama dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
Teknologi ini dinilai menarik karena bahan bakunya relatif mudah ditemukan dan berpotensi tersedia di dalam negeri. Sodium bahkan dapat diperoleh dari garam dan air laut yang menjadi salah satu sumber bahan bakunya.
Founder National Battery Research Institute (NBRI) dan Chair of IBS 2026, Prof. Evvy Kartini, mengatakan baterai litium masih menjadi teknologi penting. Namun, Indonesia juga perlu menyiapkan alternatif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
"Litium masih, tapi mungkin ada solusinya, yaitu penggantinya dengan sodium. Kenapa sodium? Karena sodium itu garam dari laut saja bisa diambil," kata Prof. Evvy kepada Akurat.co, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, air laut berpotensi diolah menjadi sodium karbonat yang dapat digunakan sebagai bahan untuk pengembangan baterai. Hal ini membuat sodium dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di Indonesia.
Meski demikian, kemampuan baterai sodium saat ini belum secanggih baterai litium. Teknologi tersebut dapat dikembangkan sebagai alternatif dan dikombinasikan dengan baterai litium sesuai kebutuhan.
"Teknologi itulah yang kita persiapkan. Mungkin tidak secanggih baterai litium, tapi paling tidak bisa kita kombinasikan karena kita ketiadaan litium tadi," ujarnya.
Selain sodium-ion, teknologi solid-state battery juga memiliki potensi untuk berkembang. Teknologi ini dinilai lebih aman, tetapi masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
"Solid-state itu lebih safe, tapi masih future. Tapi sodium baterai itu mungkin, ya, lagi ke depannya," pungkas Prof. Evvy.
Pengembangan sodium-ion battery dapat menjadi salah satu opsi Indonesia dalam membangun ekosistem baterai. Ketersediaan bahan baku di dalam negeri juga bisa menjadi pertimbangan dalam pengembangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik




