CEO Galaxy Digital Soroti Risiko Strategy, Bitcoin Berpotensi Tertekan

AKURAT.CO Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, memperingatkan adanya risiko baru yang berpotensi menekan pergerakan harga aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Menurut Novogratz, perubahan sentimen investor terhadap Strategy berpotensi memengaruhi kepercayaan pasar terhadap Bitcoin. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pelaku pasar di tengah volatilitas aset digital yang masih tinggi.
Selain faktor sentimen, regulasi juga semakin berperan dalam perkembangan industri kripto di berbagai negara. Kepastian hukum kini menjadi salah satu pertimbangan utama investor sebelum menggunakan platform perdagangan aset digital.
Regulasi menjadi salah satu faktor yang semakin mempengaruhi perkembangan aplikasi crypto di berbagai negara. Selain inovasi teknologi blockchain, kepastian hukum juga menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum menggunakan sebuah platform trading crypto.
Di sisi lain, pelaku pasar juga tetap memantau harga hyperliquid hari ini untuk melihat apakah sentimen regulasi tersebut memberikan dampak terhadap pergerakan token maupun aktivitas perdagangan di ekosistem Hyperliquid.
Di sisi lain, pelaku pasar juga terus memantau pergerakan berbagai aset kripto lainnya, termasuk Hyperliquid, untuk melihat apakah perubahan sentimen terhadap pasar turut memengaruhi aktivitas perdagangan di ekosistem tersebut.
Mike Novogratz Nilai Kepercayaan Investor Mulai Berubah
Mike Novogratz menilai tekanan terhadap Bitcoin saat ini tidak hanya dipicu aksi ambil untung, tetapi juga dipengaruhi perubahan persepsi investor terhadap model bisnis Strategy.
Selama beberapa tahun terakhir, Strategy dikenal agresif mengakumulasi Bitcoin melalui berbagai instrumen pendanaan. Strategi tersebut sebelumnya dinilai berhasil meningkatkan nilai perusahaan seiring kenaikan harga Bitcoin.
Namun, menurut Novogratz, kondisi mulai berubah ketika volatilitas Bitcoin meningkat. Sebagian investor kini mulai mempertanyakan keberlanjutan strategi akumulasi Bitcoin dalam skala besar yang dijalankan perusahaan tersebut.
"Perubahan persepsi investor terhadap Strategy dapat memengaruhi sentimen pasar secara lebih luas," ujar Mike Novogratz.
Sentimen Negatif Berpotensi Menekan Pasar Kripto
Novogratz menjelaskan bahwa perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada pergerakan harga Bitcoin, tetapi juga pada risiko yang berasal dari perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar.
Jika kepercayaan terhadap Strategy terus melemah, sentimen negatif tersebut dikhawatirkan dapat menyebar ke pasar aset digital secara keseluruhan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas karena investor menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan menempatkan modal di pasar kripto.
Meski demikian, pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan kondisi pasar, termasuk arah regulasi serta dinamika perusahaan-perusahaan besar yang memiliki eksposur signifikan terhadap Bitcoin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








