BRIN Kembangkan Material Cerdas Penangkap Karbon Dioksida

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material cerdas yang mampu menangkap karbon dioksida (CO₂) sebagai bagian dari upaya mendukung teknologi pengurangan emisi gas rumah kaca. Material ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyerapan karbon sekaligus mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan di masa depan.
Dalam keterangan resminya, BRIN menjelaskan bahwa peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi perubahan iklim. Karena itu, pengembangan material penangkap CO₂ menjadi salah satu fokus riset untuk mendukung teknologi mitigasi emisi.
Material cerdas tersebut dikembangkan agar memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida secara lebih efektif dan dapat dimanfaatkan pada berbagai aplikasi yang berkaitan dengan pengendalian emisi.
Material Cerdas Dirancang Menangkap Karbon Dioksida
Akhmad Sabarudin, Peneliti Pusat Riset Kimia BRIN, menjelaskan bahwa material cerdas memiliki karakteristik khusus yang memungkinkan proses penyerapan karbon dioksida berlangsung lebih efisien.
"Material cerdas yang dikembangkan memiliki potensi untuk menangkap karbon dioksida secara efektif sehingga dapat mendukung teknologi pengurangan emisi.”
Menurutnya, penelitian dilakukan untuk memahami karakteristik material sekaligus meningkatkan kemampuan adsorpsinya terhadap karbon dioksida.
Hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi penangkapan karbon yang lebih efisien untuk berbagai sektor industri.
Dukung Teknologi Mitigasi Emisi
Akhmad menilai pengembangan material penangkap karbon dioksida menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung inovasi teknologi rendah emisi.
“Pengembangan material penangkap karbon dioksida diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim melalui inovasi material.”
Ia menjelaskan penelitian ini masih terus dikembangkan untuk meningkatkan performa material serta memperluas peluang pemanfaatannya pada berbagai aplikasi yang berkaitan dengan pengendalian emisi karbon.
Pengembangan material cerdas tersebut menjadi bagian dari komitmen BRIN dalam menghasilkan inovasi berbasis sains untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengembangan teknologi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







