BRIN Kembangkan Sistem AI dan Pelat Karet untuk Keselamatan Kereta

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api di Indonesia.
Selain sistem persinyalan berbasis AI, BRIN juga mengembangkan inovasi Rubber Crossing Plate (RCP) atau pelat perlintasan berbahan karet sebagai pengganti beton maupun aspal konvensional.
Dalam keterangan resmi BRIN, pengembangan teknologi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Sistem persinyalan berbasis AI dinilai dapat membantu pengawasan lintasan secara lebih cepat dan otomatis, terutama saat terjadi gangguan operasional.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, mengatakan sistem kelistrikan memiliki peran penting untuk menjaga stabilitas sistem persinyalan kereta api. Menurutnya, penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) diperlukan agar sistem tetap berjalan ketika terjadi gangguan listrik.
BRIN Kembangkan Sistem Persinyalan Berbasis AI
BRIN menyebut penguatan sistem persinyalan berbasis AI menjadi salah satu kebutuhan utama dalam peningkatan keselamatan perlintasan kereta. Teknologi ini dikombinasikan dengan sensor axle counter dan sistem LIDAR untuk memperkuat pengamanan di lintasan sebidang.
“Ke depan, inovasi teknologi kelistrikan yang paling dibutuhkan adalah sistem persinyalan dan pengamanan perlintasan berbasis AI,” kata Eka Rakhman Priandana.
Selain membahas sistem pengamanan, BRIN juga menjelaskan hasil penelitian mengenai medan magnet di sekitar rel kereta. Eka menyebut medan magnet saat kereta melintas berada di kisaran 22,6 hingga 82,06 mikrotesla.
“Nilai tersebut tidak jauh berbeda dengan medan magnet bumi yang setiap hari dihadapi manusia tanpa masalah,” ujar Eka.
BRIN juga menegaskan kendaraan tidak akan mati selama telah lolos uji imunitas radiasi medan listrik sesuai standar ISO 11451 dan ISO 11452.
Pelat Karet Diklaim Lebih Aman dan Stabil
Selain sistem AI, BRIN melalui Kelompok Riset Karet Teknologi Tinggi mengembangkan Rubber Crossing Plate atau RCP. Teknologi ini berupa pelat perlintasan berbahan karet alam yang dirancang untuk meningkatkan keamanan di perlintasan sebidang.
Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menjelaskan kecelakaan di perlintasan sering dipicu kondisi lintasan licin, getaran tinggi, dan permukaan yang tidak rata.
“RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem,” jelas Ade Sholeh Hidayat.
BRIN menyebut kombinasi material karet alam, filler, dan aditif khusus membuat pelat tersebut mampu meredam getaran, tahan korosi, serta lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan keausan tinggi.
Menurut BRIN, penerapan Rubber Crossing Plate bersama sistem persinyalan berbasis AI diharapkan dapat membantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di area perlintasan kereta api.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






