Admin hingga Content Writer, 5 Pekerjaan Ini Mulai Tergerus AI

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (AI) mulai menggeser banyak pekerjaan, terutama di sektor 'kerah putih'. Berbeda dari gelombang otomatisasi sebelumnya, AI justru lebih berdampak ke pekerjaan berbasis pengetahuan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang selama ini dianggap aman kini mulai terdampak teknologi. Bahkan, profesi dengan keterampilan tinggi pun tidak lagi sepenuhnya kebal dari disrupsi AI, sebagaimana dikutip dari Open Data Science, Selasa (28/4/2026).
International Monetary Fund (IMF) menyebut sekitar 40 persen pekerjaan global akan terdampak AI, termasuk profesi dengan skill tinggi. Sementara itu, riset McKinsey menunjukkan hingga 30 persen jam kerja bisa diotomatisasi pada 2030.
Berikut lima pekerjaan yang mulai tergerus:
1. Admin dan data entry
Tugas repetitif seperti input data, rekap laporan dan manajemen dokumen mudah diotomatisasi. AI kini bisa menangani pekerjaan berbasis aturan tanpa banyak intervensi manusia.
2. Customer service dasar
Chatbot AI sudah mampu menjawab pertanyaan umum pelanggan secara otomatis. Banyak perusahaan global mulai mengalihkan layanan awal ke AI karena lebih cepat dan efisien.
3. Content writer (level dasar-menengah)
AI generatif mampu membuat artikel, caption, hingga deskripsi produk dalam hitungan detik. Ini membuat konten sederhana semakin terkomoditisasi, terutama untuk kebutuhan SEO massal.
4. Junior analyst dan research assistant
AI bisa merangkum dokumen, mengolah data, hingga memberi insight awal. Tugas-tugas dasar yang dulu dikerjakan analis junior kini banyak diambil alih sistem AI.
5. Desain grafis sederhana
Pembuatan desain dasar kini bisa dilakukan dengan AI dalam waktu singkat. Kebutuhan desain cepat dan sederhana tidak lagi selalu membutuhkan desainer.
Dikutip dari The Times of India, fenomena ini juga mulai terlihat secara global. Bahkan laporan terbaru menunjukkan AI sudah mulai mengancam pekerjaan entry-level kantor dan mempercepat efisiensi tenaga kerja.
Intinya, yang tergerus bukan selalu profesinya, tapi tugas-tugas di dalamnya, terutama yang repetitif dan berbasis pola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








