YouTube Hapus Kanal Video AI Bergaya Lego Terkait Iran

AKURAT.CO YouTube menangguhkan sebuah kanal yang menayangkan video berbasis kecerdasan buatan (AI) bergaya The Lego Movie dengan narasi pro-Iran. Kanal tersebut diketahui dikelola oleh kelompok bernama Explosive Media.
Kelompok itu menyebut kanalnya dihapus karena alasan "konten kekerasan", meski mereka mempertanyakan keputusan tersebut. Lewat unggahan di X, mereka menyindir apakah animasi bergaya Lego pantas dianggap mengandung kekerasan.
"Serius! Apakah animasi gaya Lego kita benar-benar kejam?" tulis @ExplosiveMediaa dalam unggahannya di platform X, dikutip Selasa (14/4/2026).
Meski kanal YouTube diblokir, akun Explosive Media di platform lain seperti X, Instagram, TikTok, Telegram dan UpScrolled masih aktif. Akun Instagram mereka bahkan sempat dibatasi beberapa jam sebelum akhirnya kembali normal.
Hingga kini, YouTube maupun pihak Explosive Media belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Perusahaan induk YouTube, Alphabet, juga belum merespons permintaan komentar.
Konten yang dibuat kelompok ini turut memicu pertanyaan soal potensi pelanggaran hak cipta. Pasalnya, video mereka menggunakan gaya visual yang menyerupai merek Lego dan estetika film produksi Warner Bros.
Sejumlah pengguna media sosial menyoroti potensi aspek hukum dari konten tersebut, termasuk kemungkinan tindakan dari Lego. Namun, hingga kini Lego maupun Warner Bros belum memberikan tanggapan resmi.
Fenomena video berbasis AI sendiri kian marak digunakan dalam produksi konten politik dan propaganda digital. Bahkan, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan juga pernah memanfaatkan materi visual berbasis AI dalam komunikasinya.
Namun, video yang diproduksi Explosive Media dinilai memiliki tingkat penyebaran dan interaksi yang tinggi, terutama untuk konten yang bernada kritik terhadap AS. Konten mereka mulai muncul sejak 2025 dengan format komentar politik.
Seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran pada awal 2026, produksi video tersebut menjadi semakin kompleks. Mereka memadukan teknologi AI dengan narasi geopolitik yang cenderung mendukung Iran.
Salah satu video viral menampilkan Donald Trump dalam skenario imajinatif pascaserangan terhadap Iran yang berdampak luas di berbagai wilayah. Video tersebut ditonton jutaan kali dan turut dibagikan oleh akun resmi yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.
Di sisi lain, kondisi digital di Iran menjadi sorotan akibat pembatasan internet yang berkepanjangan. NetBlocks mencatat pemadaman telah berlangsung lebih dari 40 hari dan membatasi akses publik ke jaringan global.
NetBlocks menilai kebijakan tersebut membuka ruang penyebaran narasi tertentu ke luar negeri melalui akun yang telah diseleksi. Kondisi ini menunjukkan bagaimana kontrol informasi dan distribusi konten digital menjadi bagian dari dinamika geopolitik saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






