Google Perkenalkan Gemini 3.1 Flash-Lite, Model AI Lebih Cepat dan Murah untuk Skala Besar

AKURAT.CO Google memperkenalkan Gemini 3.1 Flash-Lite, model kecerdasan buatan (AI) terbaru dalam seri Gemini 3 yang menawarkan kecepatan tinggi dengan biaya lebih efisien. Model ini dirancang untuk pengembang yang membutuhkan pemrosesan AI skala besar dengan performa tetap optimal.
Saat ini, Gemini 3.1 Flash-Lite telah tersedia dalam tahap pratinjau untuk pengembang melalui Gemini API di Google AI Studio. Perusahaan juga dapat mengakses model tersebut melalui platform Vertex AI.
Google menekankan bahwa Flash-Lite merupakan model tercepat dan paling hemat biaya dalam seri Gemini 3. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung aplikasi AI yang memerlukan pemrosesan data dalam jumlah besar secara konsisten.
Dari sisi harga, model ini dibanderol sekitar $0,25 (sekitar Rp4 ribuan) per satu juta token input dan $1,50 (sekitar Rp25 ribuan) per satu juta token output. Biaya tersebut membuatnya lebih ekonomis dibandingkan model AI berukuran lebih besar dengan kemampuan serupa.
Dalam pengujian internal, Gemini 3.1 Flash-Lite disebut mampu memberikan respons lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Model ini memiliki 2,5 kali lebih cepat Time to First Answer Token dibandingkan Gemini 2.5 Flash.
Selain itu, kecepatan keluaran model meningkat hingga 45 persen, yang membantu mempercepat proses generasi teks atau respons AI. Latensi rendah ini penting untuk aplikasi yang membutuhkan interaksi real-time.
Pada berbagai benchmark, Gemini 3.1 Flash-Lite juga menunjukkan performa kompetitif. Model ini mencatat skor Elo 1432 di Arena.ai serta nilai 86,9 persen pada GPQA Diamond dan 76,8 persen pada MMMU Pro.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa model ini mampu bersaing bahkan dengan model Gemini generasi sebelumnya yang lebih besar. Dengan kata lain, efisiensi biaya tidak mengorbankan kualitas pemahaman dan penalaran, sebagaimana dikutip dari laman resmi Google, Rabu (4/3/2026).
Google juga menyematkan fitur pengaturan tingkat pemikiran yang membuat pengembang dapat menentukan seberapa dalam model melakukan proses analisis. Fitur ini memberi fleksibilitas untuk menyesuaikan performa dengan kebutuhan aplikasi.
Beberapa perusahaan seperti Latitude, Cartwheel dan Whering sudah mulai menguji Gemini 3.1 Flash-Lite dalam penggunaan awal. Pengujian menunjukkan model ini mampu menangani input kompleks dengan baik sekaligus tetap efisien untuk penggunaan dalam skala besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








