Panasonic Hentikan Produksi TV Sendiri, Gandeng Skyworth dari China

AKURAT.CO Panasonic resmi menghentikan produksi TV secara mandiri. Merek asal Jepang yang dulu terkenal lewat TV plasma itu kini menggandeng Skyworth dari Shenzhen, China, untuk menangani manufaktur hingga distribusi.
Kerja sama ini diumumkan dalam sebuah acara peluncuran resmi. Skyworth akan memimpin penjualan, pemasaran dan logistik di berbagai wilayah, sementara Panasonic tetap mengawasi teknologi dan kualitas, terutama untuk lini OLED premium.
Skyworth bukan nama asing di industri TV global. Perusahaan tersebut mengklaim masuk tiga besar penyedia platform Android TV dan sempat berada di lima besar merek TV dunia berdasarkan pendapatan pada kuartal pertama 2025 menurut Omdia.
Produk TV Panasonic hasil kolaborasi ini akan dipasarkan di Amerika Serikat dan Eropa. Di pasar Eropa, keduanya membidik pangsa pasar dua digit sebagai target awal.
Dari Raja Plasma ke Outsourcing
Hal ini menandai fase baru dalam perjalanan bisnis TV Panasonic. Pada 2010, perusahaan sempat menguasai lebih dari 40 persen pasar panel plasma dunia, mengungguli Samsung dan LG.
Namun pergeseran minat konsumen ke LCD layar datar serta tekanan ekonomi pascakrisis global membuat Panasonic menghentikan produksi plasma pada 2014. Sejak saat itu, skala bisnis TV-nya terus mengecil.
Panasonic mulai mengurangi operasinya di Amerika Serikat pada 2014 dan sepenuhnya keluar dua tahun kemudian. Pada 2021, seluruh produksi TV dialihkan ke pihak ketiga demi efisiensi dan fleksibilitas.
Perusahaan sempat kembali ke pasar AS pada 2024 lewat lini OLED dan Mini LED yang dikembangkan di Jepang. Meski begitu, awal 2025 manajemen menyatakan siap melepas bisnis TV, dan kini memilih bermitra dengan Skyworth sambil tetap menjamin layanan purna jual hingga Maret 2026.
Industri TV Jepang Kian Menyusut
Keputusan Panasonic mencerminkan perubahan besar dalam peta industri TV global. Produksi TV skala besar di Jepang kini nyaris tidak tersisa, setelah Sharp, Toshiba, Hitachi dan Pioneer lebih dulu mundur, disusul Sony yang melepas mayoritas divisi hiburan rumahnya pada 2025.
Pasar TV dunia saat ini dikuasai pemain dari Korea Selatan dan China. Nama seperti Samsung, LG, TCL dan Hisense menjadi pengendali utama penjualan global.
Masih Ada Harapan untuk Inovasi?
Dalam acara yang sama, Panasonic turut memamerkan dua prototipe TV OLED terbaru. Salah satunya memakai panel Tandem WOLED generasi anyar dari LG Display, sebagaimana dikutip dari Ars Technica, Sabtu (28/2/2/2026).
Hal ini menunjukkan Panasonic belum sepenuhnya melepas ambisi di segmen premium. Meski produksi dialihkan, perusahaan tetap ingin menjaga citra dan standar kualitasnya.
Bagi konsumen, kolaborasi ini berpotensi menghadirkan harga lebih kompetitif dengan kualitas yang tetap terjaga. Namun ke depan, tantangannya adalah apakah merek Panasonic masih mampu bersaing di tengah dominasi brand China dan Korea Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





