Platform X Batasi Fitur Grok AI Usai Heboh Konten Seksual

AKURAT.CO Platform media sosial X membatasi fitur Grok AI setelah muncul kontroversi terkait pengeditan foto orang sungguhan menjadi gambar berpakaian terbuka. Keputusan ini diambil menyusul reaksi keras publik terhadap maraknya deepfake AI bernuansa seksual.
Dalam pengumuman resminya, X menyatakan telah menerapkan pengamanan teknologi untuk mencegah Grok mengedit gambar individu nyata dengan konten pakaian minim. Pembatasan ini berlaku di yurisdiksi yang secara hukum melarang praktik tersebut.
"Kami telah menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah akun Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan dalam memperlihatkan pakaian," tulis X dalam unggahannya, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Pemerintah Inggris menyambut hal tersebut dan menyebutnya sebagai pembenaran atas tekanan yang diberikan kepada X. Sementara itu, regulator Ofcom menilai kebijakan baru ini positif, namun menegaskan penyelidikan dugaan pelanggaran hukum tetap berlanjut.
Baca Juga: Kelompok Perempuan Desak Apple dan Google Hapus X serta Grok dari Toko Aplikasi
Ofcom menyatakan akan terus menelusuri apa yang salah dalam penerapan Grok AI dan bagaimana perbaikannya dilakukan. Regulator tersebut juga menegaskan upayanya untuk melindungi pengguna dari penyalahgunaan teknologi AI.
Sejumlah korban dan aktivis menilai kebijakan X datang terlambat karena dampak kerugian sudah terlanjur terjadi. Mereka menekankan bahwa perubahan aturan tidak serta-merta menghapus trauma dan kerusakan yang dialami korban.
Jurnalis dan aktivis Jess Davies, yang menjadi salah satu korban, menyebut langkah X sebagai hal positif namun seharusnya tidak perlu terjadi sejak awal. Ia juga mengkritik respons platform yang dinilai lamban dan minim tanggung jawab.
Pandangan serupa disampaikan oleh akademisi yang menilai penyalahgunaan Grok AI berdampak serius terhadap rasa aman perempuan. Mereka menyebut keputusan X sebagai kemenangan sementara, tetapi mengingatkan bahwa pelecehan digital tidak boleh dianggap wajar.
Tekanan terhadap X meningkat setelah jaksa California mengumumkan penyelidikan atas penyebaran deepfake AI seksual, termasuk yang melibatkan anak-anak. X pun mengonfirmasi pemblokiran berbasis lokasi serta membatasi fitur pengeditan hanya untuk pengguna berbayar.
Meski begitu, efektivitas kebijakan baru ini masih dipertanyakan oleh para pengamat. Regulator Inggris menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk pemblokiran akses, jika X terbukti tidak patuh pada hukum yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








