Trump Perintahkan Divestasi Kesepakatan Chip Demi Keamanan Nasional AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan pembatalan kesepakatan penjualan teknologi chip komputer senilai sekitar $2,9 juta (sekitar Rp48 miliar). Kebijakan ini diambil karena transaksi tersebut dinilai berpotensi mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Perintah tersebut diumumkan pada Jumat (2/1/2026) melalui keputusan eksekutif resmi dari Gedung Putih. Trump menegaskan bahwa teknologi strategis tidak boleh berada di bawah kendali pihak yang berisiko bagi keamanan negara.
Kesepakatan yang dipermasalahkan melibatkan Emcore Corp., perusahaan spesialis kedirgantaraan dan pertahanan. Pada Mei 2024, Emcore menjual bisnis chip komputer dan fasilitas fabrikasi wafernya kepada HieFo Corp.
Nilai transaksi mencapai $2,92 juta (sekitar Rp48 miliar), termasuk pengalihan kewajiban sekitar $1 juta (sekitar Rp16 miliar). Saat diumumkan, kesepakatan ini relatif tidak menarik perhatian publik maupun pembuat kebijakan.
Namun, pemerintahan Trump kini menilai kesepakatan tersebut menyimpan risiko strategis. Pemerintah mengklaim memiliki 'bukti kredibel' terkait kepemilikan HieFo oleh warga negara Republik Rakyat Tiongkok.
Atas dasar itu, Trump memerintahkan HieFo untuk melepas seluruh teknologi yang diakuisisi. Perusahaan diberi tenggat waktu 180 hari untuk menyelesaikan proses divestasi, sebagaimana dikutip dari The Associated Press, Rabu (7/1/2026).
HieFo didirikan oleh Dr. Genzao Zhang dan Harry Moore. Setelah akuisisi, perusahaan berencana mempertahankan sebagian besar tim teknis Emcore yang berbasis di Alhambra, California.
Zhang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden teknik di Emcore sebelum menjadi CEO HieFo. Ia menyatakan niatnya mengembangkan teknologi inovatif, termasuk untuk aplikasi kecerdasan buatan.
Meski demikian, HieFo belum memberikan tanggapan resmi atas perintah divestasi tersebut. Permintaan komentar dari media hingga kini belum dijawab oleh pihak perusahaan.
Sementara itu, Emcore telah berubah status menjadi perusahaan tertutup. Perusahaan tersebut diakuisisi oleh firma investasi Charlesbank Capital Partners pada tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






