Gambar AI Makin Sulit Dibedakan, Bos Instagram Ingatkan Pentingnya Sinyal Kepercayaan

AKURAT.CO Kepala Instagram Adam Mosseri menyoroti pesatnya perkembangan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membuat konten asli dan palsu semakin sulit dibedakan Ia menilai kondisi ini menuntut pendekatan baru untuk membangun sinyal kepercayaan di dunia digital.
Dalam unggahan akhir tahun 2025, Mosseri membahas dampak besar AI terhadap fotografi dan konten visual. Menurutnya, keaslian kini menjadi sesuatu yang bisa direplikasi tanpa batas oleh teknologi.
"Menantikan tahun 2026, satu perubahan besar: keaslian menjadi dapat direproduksi tanpa batas," tulis Mosseri dalam postingannya di Threads, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Mosseri menjelaskan bahwa AI membuat foto asli semakin sulit dibedakan dari gambar buatan mesin. Situasi ini diperparah ketika kreator mulai menyukai tampilan visual yang mentah dan tidak terlalu dipoles.
Baca Juga: Google Gemini Kini Bisa Bikin Cerita Pengantar Tidur dengan Gambar AI
Ia menilai AI pada akhirnya akan meniru estetika tersebut karena mengikuti preferensi kreator. Hal ini memaksa publik untuk mengubah cara menilai dan memaknai gambar yang mereka lihat.
Ke depan, fokus penilaian konten disebut akan bergeser dari apa yang ditampilkan menjadi siapa yang menyampaikan. Namun Mosseri mengakui proses adaptasi ini akan memakan waktu lama dan terasa tidak nyaman bagi banyak orang.
Dari sisi teknologi, Mosseri memprediksi produsen kamera akan mulai menerapkan tanda tangan kriptografis pada foto. Tujuannya untuk membangun rantai kepemilikan dan memastikan gambar bukan hasil AI.
Ia juga mengkritik produsen kamera yang terlalu fokus membantu pengguna menghasilkan foto sempurna. Menurutnya, citra yang terlalu dipoles mudah dibuat tetapi kurang menarik untuk dikonsumsi.
Sebagai platform milik Meta, Instagram juga menghadapi lonjakan konten AI sepanjang 2025. Platform ini dinilai harus lebih serius mengelola banjir konten buatan AI agar tidak menenggelamkan karya manusia.
Mosseri menegaskan Instagram perlu menghadirkan sinyal kredibilitas melalui pelabelan konten AI, verifikasi keaslian sejak pengambilandan peningkatan peringkat untuk orisinalitas. Ia menekankan Instagram harus berevolusi dengan cepat agar tetap relevan di era AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








