Nvidia Meremehkan Ancaman Chip AI Google di Tengah Persaingan Pasar

AKURAT.CO Nvidia menegaskan bahwa masih berada di posisi terdepan dalam persaingan chip kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan di tengah laporan bahwa sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan alternatif lain.
Kabar bahwa Meta berniat menginvestasikan dana besar untuk memakai chip AI Google, turut memicu perhatian industri. Informasi tersebut disebut sebagai salah satu faktor yang memicu gejolak pasar.
Saham Nvidia turun hampir 6 persen, sementara saham Alphabet naik dengan jumlah serupa. Namun, Nvidia menegaskan di X bahwa platformnya tetap mampu menjalankan semua model AI di berbagai lingkungan komputasi.
Baca Juga: Cara Menggunakan AI untuk Meningkatkan Performa Konten Media Sosial
Google menyatakan tetap mendukung chip buatannya serta ekosistem yang dibangun Nvidia. Chip Nvidia masih menjadi andalan banyak pusat data, yang menjalankan layanan AI seperti ChatGPT dan pernah mendorong nilai pasar perusahaan itu melampaui USD5 triliun atau sekitar Rp83 triliun.
Beberapa bulan terakhir, Nvidia semakin memperluas pengaruhnya dengan mengamankan kontrak pemasokan chip AI canggih untuk pemerintah Korea Selatan. Nvidia juga bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Samsung, LG dan Hyundai.
Di sisi lain, Google menyediakan akses chip TPU melalui Google Cloud bagi para pengembang. Chip tersebut sebelumnya tidak dijual ke pihak luar dan hanya digunakan untuk kebutuhan pusat data internal, sebagaimana dikutip dari BBC, Sabtu (29/11/2025).
Baca Juga: Kepercayaan dan Inovasi AI Lazada Mengubah Cara Belanja Online di Indonesia
Jika benar Google mempertimbangkan menjual chipnya ke perusahaan lain, hal ini akan menjadi perubahan strategi besar bagi raksasa teknologi tersebut. Situasinya berlangsung saat Amazon dan Microsoft juga mengembangkan chip AI buatan mereka sendiri.
Pakar komputer, Dame Wendy Hall, menilai dinamika Google dan Meta sebagai tanda positif bagi persaingan industri. Dia menyebut investasi besar di sektor ini menunjukkan pertumbuhan cepat, meski sejauh ini keuntungan utama masih dinikmati Nvidia.
"Saat ini, belum ada keuntungan nyata atas investasi tersebut, kecuali untuk Nvidia," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







