Google Perkenalkan SIMA 2, Agen AI Generasi Baru Berbasis Gemini

AKURAT.CO Google DeepMind memperkenalkan pratinjau SIMA 2, agen AI generasi baru yang menggabungkan kemampuan bahasa dan penalaran Gemini. Teknologi ini dibuat untuk memahami konteks dan berinteraksi lebih cerdas di lingkungan virtual, bukan sekadar mengikuti perintah.
Versi pertama SIMA dilatih dari ratusan jam rekaman video game 3D untuk meniru cara bermain manusia. Namun, SIMA 1 hanya bisa menyelesaikan tugas kompleks dengan tingkat keberhasilan 31 persen, jauh di bawah performa manusia yang mencapai 71 persen.
Menurut Joe Marino, ilmuwan riset senior DeepMind, SIMA 2 membawa lompatan besar dari pendahulunya dengan kemampuan lebih umum dan fleksibel. Agen ini bisa mengatasi tugas rumit di lingkungan baru serta meningkatkan performanya melalui pengalaman sendiri.
SIMA 2 memanfaatkan model flash-lite Gemini 2.5 untuk mendukung kemampuan bernalar layaknya kecerdasan umum buatan. Para peneliti menekankan pentingnya agen yang 'diwujudkan', yakni sistem yang bisa mengamati lingkungan lalu bertindak seperti robot atau manusia di dunia fisik maupun virtual.
Dikutip dari TechCrunch, Minggu (16/11/2025), Jane Wang, ilmuwan penelitian DeepMind, menyebut SIMA 2 kini dapat memahami instruksi, membaca situasi dan memberikan respons logis yang sebelumnya sulit dicapai. Agen ini tidak lagi terbatas pada skenario permainan seperti versi awalnya.
Integrasi Gemini membuat performa SIMA 2 meningkat tajam, termasuk dalam demonstrasi di "No Man's Sky" saat agen mampu mengenali lingkungan dan menentukan upaya berikutnya. Agen ini bahkan bisa mengeksekusi instruksi berbasis emoji, misalnya menebang pohon hanya dengan perintah simbol.
DeepMind menunjukkan bahwa SIMA 2 dapat belajar mandiri dari pengalaman yang dibuat oleh model AI lain. Tanpa bergantung sepenuhnya pada data manusia, sistem ini mempelajari tugas baru lewat proses coba-coba yang dinilai oleh model hadiah terpisah.
Meski menjadi landasan menuju robot tujuan umum, DeepMind belum menentukan jadwal penerapan SIMA 2 pada robot fisik. Mereka menyebut riset robotika berjalan terpisah, meski sama-sama bertujuan memahami dunia nyata dan merencanakan tindakan bertahap.
DeepMind menegaskan bahwa pratinjau SIMA 2 dirilis untuk membuka peluang kolaborasi dan menampilkan kemajuan teknologi yang dikembangkan. Tujuannya adalah memetakan potensi penggunaan dan mendorong riset lanjutan di bidang kecerdasan buatan tingkat lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







