Termasuk Mobil Listrik, Pakar Siber Ingatkan Bahaya Perangkat Buatan Cina

AKURAT.CO Seorang pakar keamanan siber terkemuka memperingatkan bahwa jutaan perangkat yang diproduksi di Cina dan terhubung dengan internet, termasuk kendaraan listrik, bisa menjadi bom waktu yang dapat dinonaktifkan atau dibuat meledak dari jarak jauh oleh pihak pengendali di Cina.
Alastair MacGibbon, mantan penasihat keamanan siber Perdana Menteri Liberal Malcolm Turnbull dan kini pejabat strategi utama di CyberCX, menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah Australia saat ini terhadap EV buatan Cina tidak selaras dengan prioritas keamanan nasional. Ia menyarankan pejabat publik untuk tidak menggunakan kendaraan tersebut.
Mengutip news.com.au, MacGibbon menjelaskan bahwa kendaraan tersebut, baik listrik atau tidak, sebenarnya adalah perangkat pengintai yang dilengkapi kamera dan mikrofon.
Ia memperingatkan, Beijing dapat menggunakan perangkat ini untuk menciptakan kekacauan luas, misalnya dengan mematikan fitur keselamatan baterai rumah tangga agar overcharge, atau mematikan fitur keselamatan baterai kendaraan listrik sehingga menyebabkan ledakan.
Bahkan kendaraan bisa diatur agar tidak dapat berfungsi dengan baik pada jam sibuk di kota-kota tertentu. Pejabat pertahanan Australia, Letnan Jenderal Susan Coyle, menambahkan bahwa Australia sudah berada dalam "perang siber" dan harus memastikan bahwa musuh tidak bisa mengganggu jaringan, sistem misi, atau pasokan industri pertahanan.
Peringatan MacGibbon ini sejalan dengan kekhawatiran yang telah disuarakan oleh para ahli dan pejabat keamanan di Amerika Serikat dan Eropa, di tengah cepatnya penguasaan pasar EV oleh produsen Cina yang disubsidi besar-besaran.
AS bahkan telah memberlakukan tarif 100 persen terhadap EV buatan Cina tahun lalu karena risiko penyadapan dan potensi pembunuhan pengemudi. Uni Eropa juga mengimpos tarif hingga 45 persen.
Mantan Menteri Perdagangan pemerintahan Biden, Gina Raimondo, menyatakan bahwa mobil zaman sekarang dilengkapi dengan kamera, mikrofon, pelacak GPS, dan teknologi lainnya yang tersambung internet, sehingga mudah bagi musuh asing untuk mengakses informasi ini dan mengancam keamanan nasional serta privasi warga.
Intinya, risiko keamanan dari kendaraan listrik China ini mencakup potensi pengawasan rahasia hingga sabotase berbahaya yang bisa memicu ledakan kendaraan atau gangguan operasional lainnya, menurut para ahli siber dan pertahanan Australia dan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








