Komite Percepatan Transformasi Digital Gelar Rapat Perdana, Luhut Tegaskan Percepatan GovTech AI

AKURAT.CO Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah resmi menggelar rapat perdana setelah pembentukannya melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025. Kehadiran komite ini menjadi langkah awal dalam upaya mempercepat digitalisasi pemerintahan.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komite yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Ia didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid sebagai wakil ketua.
Dalam struktur komite, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertugas mengelola infrastruktur, aplikasi, koordinasi data digital, serta keamanan siber bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peran ini diharapkan dapat memperkuat transformasi digital di sektor pemerintahan.
Luhut menekankan bahwa komite akan menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat digitalisasi layanan publik. Teknologi kecerdasan buatan atau GovTech AI disebut sebagai pilar utama dalam mewujudkan rencana tersebut.
Menurut Luhut, penunjukan Menteri PANRB dan Menteri Komdigi sebagai wakil ketua komite merupakan langkah strategis. Keduanya disebut akan menjadi pengawal utama agar program transformasi digital berjalan sesuai harapan.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Integrasi GovTech dan Penguatan Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Kemiskinan
"Dalam Perpres ini saya ditunjuk sebagai Ketua Komite, ada dua wakil, Ibu Menteri PANRB dan Ibu Menteri Komdigi. Jadi dua srikandi ini sebagai pengawal supaya betul-betul program ini jalan," ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan bahwa penerapan GovTech berbasis AI dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi anggaran negara. Digitalisasi birokrasi diyakini mampu memangkas pemborosan dalam sistem layanan publik.
"Potensi efisiensi diperkirakan mencapai Rp350-400 triliun yang akan membantu pemerintah menekan defisit anggaran hingga tahun 2026," kata Luhut.
Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa komite memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi digital lintas sektor. Mulai dari perencanaan, pembiayaan, hingga implementasi, seluruh tahapan akan dikoordinasikan agar lebih efektif.
Meutya menegaskan bahwa pihaknya akan fokus mengawal aspek teknis dalam penerapan GovTech AI. Pemilihan teknologi yang tepat menjadi salah satu prioritas di tengah pesatnya perkembangan digital global.
"Tim kami yang ada di Komite akan mengawal secara lebih detail, salah satunya pemilihan teknologi yang paling tepat digunakan," pungkas Meutya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







