Hari Ular Sedunia 16 Juli, Ketika Teknologi Bantu Lestarikan Reptil Unik Ini

AKURAT.CO Setiap tanggal 16 Juli, dunia memperingati Hari Ular Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi ular. Momen ini juga mengingatkan peran ular dalam menjaga ekosistem, terutama sebagai pengendali hama seperti tikus.
Teknologi kini berperan besar dalam pelestarian dan penelitian ular di berbagai wilayah. Alat seperti GPS dan sensor suhu membantu memantau ular tanpa mengganggu habitat aslinya, sebagaimana dikutip dari National Geographic, Rabu (16/7/2025).
Selain pelacakan, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi spesies ular secara instan. Beberapa aplikasi AI membuat pengguna dapat mengunggah foto dan langsung mengetahui jenis serta tingkat bahayanya.
Dikutip dari Science.org, Inovasi ini membantu masyarakat mengambil keputusan cepat saat menemukan ular dan mencegah tindakan berlebihan. Teknologi ini juga membuka peluang edukasi agar publik sadar bahwa tidak semua ular berbahaya.
Baca Juga: Ada Ular Kecil Masuk Rumah, Pertanda Apa Menurut Islam?
Dalam dunia medis, teknologi genetik digunakan untuk mengembangkan anti-bisa (antivenom) yang lebih efektif dan cepat. Dengan metode DNA sequencing, peneliti bisa memahami racun dan menyesuaikan pengobatan berdasarkan spesies ular.
Menariknya, dunia robotik terinspirasi dari gerakan ular untuk menciptakan robot yang fleksibel dan bisa masuk ke ruang sempit. Menurut BBC Science, robot ini digunakan dalam misi penyelamatan, pemeriksaan pipa, hingga operasi medis.
Selain untuk riset dan aplikasi praktis, teknologi digital juga mendukung edukasi tentang ular. Video, aplikasi augmented reality (AR) dan media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi ilmiah seputar kehidupan ular.
Dengan bantuan teknologi, Hari Ular Sedunia kini menjadi ajang kolaborasi antara ilmuwan, teknolog dan masyarakat. Dukungan publik terhadap konservasi berbasis teknologi turut menentukan keberhasilan pelestarian ular ke depan.
Ular memang kerap disalahpahami karena tampilan dan persepsi budaya yang negatif. Namun, melalui pendekatan edukatif yang didukung teknologi, seperti disampaikan oleh National Geographic, kita bisa mengubah ketakutan menjadi kepedulian.
Hari Ular Sedunia menjadi momen untuk merayakan reptil unik ini sekaligus menyoroti peran teknologi dalam melindungi mereka. Masyarakat diajak berperan aktif lewat edukasi digital, sains warga dan dukungan terhadap program konservasi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo



