BRIN Dorong Inovasi Teknologi AI dan Platform Digital untuk Masa Depan Riset
Leo Farhan | 5 Mei 2025, 14:16 WIB

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia melalui pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan platform digital terintegrasi.
Dua inisiatif unggulan yang menjadi sorotan adalah sistem diagnosis malaria berbasis AI dan peluncuran E-Layanan Sains (ELSA), sebuah platform digital yang merevolusi akses layanan riset nasional.
“BRIN mencetak rekor! Dua penghargaan MURI membuktikan perannya dalam riset dan inovasi. Dari ekspedisi laut terdalam hingga integrasi lembaga riset terbesar, capaian ini mendorong Indonesia ke posisi 54 Global Innovation Index 2024," demikian pernyataan BRIN mengutip langsung dari situs resminya.
Salah satu capaian tersebut adalah pengembangan teknologi AI untuk diagnosis malaria. Sistem ini mampu menganalisis microphotograph sediaan darah tipis dan tebal secara otomatis, memungkinkan deteksi cepat dan akurat terhadap infeksi malaria.
"Meski menghadapi tantangan perubahan morfologi parasit selama siklus hidupnya, BRIN optimistis inovasi ini akan menjadi terobosan penting dalam bidang kesehatan,” tulis BRIN
ELSA: Transformasi Digital Layanan Riset
BRIN juga meluncurkan platform Elektronik Layanan Sains (ELSA), yang dirancang untuk mengintegrasikan semua layanan riset dalam satu ekosistem digital.
Kini semua layanan riset BRIN terintegrasi dalam satu platform digital ELSA. Platform terpadu berbasis web ini memudahkan peneliti, akademisi, dan industri dalam mengakses layanan riset secara cepat, transparan, dan efisien.
ELSA menyediakan akses ke infrastruktur riset canggih, seperti laboratorium modern dan fasilitas penelitian, yang mendukung eksperimen akurat dan kolaborasi lintas sektor.
Platform ini juga memfasilitasi permintaan layanan riset, pelaporan hasil, dan pengelolaan data secara real-time.
AI untuk Ketahanan Nasional dan Pemetaan
Selain aplikasi di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan teknologi AI untuk mendukung ketahanan nasional.
Mengutip Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dari situs resmi BRIN, pihaknya saat ini tengah mengembangkan berbagai teknologi AI untuk beragam kebutuhan, termasuk sistem pemetaan dan pengawasan, serta teknologi penerbangan nirawak (drone) dari berbagai ukuran.
Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan wilayah, mendukung operasional pertahanan, dan memperkuat pengelolaan sumber daya alam.
Publikasi Ilmiah dan Infrastruktur Riset
BRIN juga mencatatkan prestasi dalam publikasi ilmiah bereputasi. Berdasarkan situs resmi BRIN, dengan 222.455 publikasi sejak 2021 dan rasio dampak sitasi 0,97, BRIN terus memperkuat ekosistem riset nasional.
Publikasi ini mencerminkan kontribusi signifikan periset Indonesia di panggung global. Untuk mendukung riset berkualitas, BRIN menyediakan infrastruktur canggih yang dapat diakses oleh akademisi, industri, dan masyarakat.
“Inovasi hebat lahir dari riset yang kuat, dan riset yang kuat butuh infrastruktur canggih!” demikian pernyataan BRIN.
Tantangan dan Langkah Strategis
Meski telah meraih banyak capaian, BRIN menghadapi tantangan seperti meningkatkan implementasi hasil riset di masyarakat dan memastikan keberlanjutan pendanaan riset.
Untuk mengatasinya, BRIN mengembangkan Pusat Kolaborasi Riset (PKR), yang memfasilitasi kerja sama dengan perguruan tinggi, industri, dan lembaga riset lain.
Skema ini bertujuan menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada sosial dan ekonomi.
Dengan terobosan seperti sistem AI untuk kesehatan, platform ELSA, dan teknologi pertahanan, BRIN menegaskan perannya sebagai penggerak utama riset dan inovasi di Indonesia.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung visi Indonesia Emas 2045, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam inovasi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









