Akurat

Meta Akhiri Program Pemeriksaan Fakta di Media Sosial

Petrus C. Vianney | 10 Januari 2025, 19:38 WIB
Meta Akhiri Program Pemeriksaan Fakta di Media Sosial

AKURAT.CO Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan Threads, mengumumkan akan menghentikan program pemeriksaan fakta pihak ketiga yang selama ini digunakan untuk menangani informasi palsu di platformnya.

Sebagai gantinya, Meta akan mengandalkan pengguna untuk menambahkan catatan pada konten yang dianggap tidak akurat.

Keputusan ini menandai perubahan besar dalam kebijakan Meta yang sebelumnya berfokus pada moderasi ketat terhadap informasi yang salah.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk kembali pada prinsip kebebasan berekspresi.

"Sudah waktunya untuk kembali ke akar kita seputar kebebasan berekspresi," ujar Zuckerberg, dikutip dari Nytimes.com, Jumat (10/1/2025).

Baca Juga: Bagaimana Media Sosial Dapat Mempengaruhi Dinamika Politik dan Proses Pembuatan Kebijakan?

Ia mengakui bahwa perubahan ini mungkin akan meningkatkan jumlah konten negatif di platform, namun menganggapnya sebagai pertukaran yang perlu.

Pengumuman ini terjadi di tengah transisi politik Amerika Serikat, di mana Meta tampak menyesuaikan kebijakannya dengan pemerintahan baru yang pro-kebebasan berbicara.

Beberapa langkah strategis Meta belakangan ini, termasuk relokasi tim moderasi konten ke Texas dan adopsi sistem mirip 'Catatan Komunitas' seperti di platform X (dahulu Twitter), mencerminkan pengaruh pendekatan serupa oleh Elon Musk.

Namun, keputusan ini menuai kritik dari berbagai pihak.

Di sisi lain, beberapa politisi konservatif menyambut baik keputusan Meta, menyebutnya sebagai kemenangan untuk kebebasan berbicara.

Namun, skeptisisme tetap ada, dengan sebagian pihak menilai langkah ini sebagai taktik untuk menghindari regulasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.