Meksiko Uji Aplikasi untuk Migran yang Akan Ditahan di AS

AKURAT.CO Pemerintah Meksiko sedang mengembangkan sebuah aplikasi ponsel yang dirancang untuk membantu migran memberikan peringatan jika mereka merasa akan ditahan oleh pihak imigrasi Amerika Serikat.
Aplikasi ini membuat migran dapat mengirim notifikasi kepada kerabat dan konsulat Meksiko terdekat, kata Juan Ramon de la Fuente, sekretaris urusan luar negeri Meksiko, pada Jumat (27/12/2024).
Langkah ini merupakan respons terhadap ancaman deportasi massal yang disampaikan Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari mendatang.
Aplikasi tersebut telah diuji dalam skala kecil dan menunjukkan hasil yang memuaskan.
Fitur utamanya adalah tombol darurat yang dapat digunakan migran untuk mengirim peringatan ke kontak terpilih dan konsulat setempat.
"Jika Anda menemukan diri Anda dalam situasi di mana penahanan sudah dekat, Anda menekan tombol peringatan, dan itu mengirimkan sinyal ke konsulat terdekat," ujar Juan Ramon, dikutip dari Apnews.com, Senin (30/12/2024).
Menurut hukum, pihak berwenang AS diwajibkan memberi tahu konsulat negara asal jika seorang warga negara asing ditahan.
Pemerintah Meksiko telah meningkatkan jumlah staf konsuler serta menyediakan bantuan hukum tambahan guna mendukung migran dalam menghadapi proses deportasi.
Rencananya, aplikasi ini akan diluncurkan pada Januari mendatang.
Namun, belum ada konfirmasi apakah aplikasi ini akan memiliki fitur untuk membatalkan peringatan jika penahanan tidak terjadi.
Selain itu, pemerintah juga telah membuka layanan pusat panggilan 24 jam untuk menjawab berbagai pertanyaan dari migran.
Data pemerintah Meksiko mencatat ada 11,5 juta migran dengan status tinggal legal di AS, sementara 4,8 juta lainnya tidak memiliki dokumen resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








