Meski Banyak Tekanan, Telegram Diprediksi Raup Keuntungan Besar

AKURAT.CO Telegram, aplikasi pesan instan populer, tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai pihak.
Di tengah isu hukum, utang miliaran dolar dan sorotan terhadap konten ilegal di platformnya, Telegram justru diprediksi akan mencetak keuntungan untuk pertama kalinya tahun ini.
Telegram kini gencar mencari sumber pendapatan baru, termasuk iklan, langganan premium, serta teknologi berbasis kripto.
Dikutip dari Nytimes.com, Minggu (29/12/2024), pendapatan Telegram tahun ini diperkirakan melampaui $1 miliar (sekitar Rp15,5 triliun), meningkat tajam dari $350 juta (sekitar Rp5,4 triliun) pada tahun sebelumnya.
Langkah ini membantu perusahaan melunasi sebagian besar utangnya dan memperkuat keuangan.
Telegram telah meningkatkan upaya moderasi konten dengan mempekerjakan lebih dari 750 kontraktor untuk memantau aktivitas di platform.
Perusahaan juga mengandalkan penjualan aset digital, seperti Toncoin, untuk menopang bisnisnya.
Baca Juga: Telegram Gunakan AI untuk Hapus 15 Juta Grup dan Saluran Berbahaya di 2024
Lebih dari setengah pendapatan tahun ini berasal dari iklan, termasuk dari merek besar seperti Samsung.
Aplikasi ini kini memiliki hampir 1 miliar pengguna global, dengan 12 juta di antaranya berlangganan layanan premium seharga $5 (sekitar Rp77 ribuan) per bulan.
Telegram juga berencana memperluas iklan di saluran publik yang memiliki lebih dari 1 triliun tayangan per bulan. Namun, pendiri Telegram, Pavel Durov, menghadapi tantangan besar.
Penangkapannya di Prancis atas tuduhan terkait aktivitas ilegal di platform menambah tekanan pada perusahaan.
Jika terbukti bersalah, Durov menghadapi ancaman hukuman penjara, sementara Telegram tetap sepenuhnya dimiliki olehnya tanpa dewan pengawas independen.
Meski demikian, Durov berkomitmen untuk menjaga Telegram tetap independen. Perusahaan juga menegaskan fokusnya pada privasi pengguna dan keberlanjutan jangka panjang.
Dengan rencana IPO yang ditargetkan pada 2026, Telegram tampak bertekad untuk membuktikan bahwa model bisnisnya mampu bertahan di tengah tekanan hukum dan persaingan pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







