Xiaomi Siap Luncurkan Chip Seluler Buatan Sendiri, Tantang MediaTek dan Qualcomm

AKURAT.CO Xiaomi berencana mengembangkan prosesor seluler buatan sendiri untuk ponsel pintar, ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing seperti Qualcomm dan MediaTek. Produksi massal chip ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2025.
Ini sejalan dengan dorongan pemerintah Tiongkok yang menginginkan perusahaan lokal mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri. Inisiatif Xiaomi juga mendukung ambisi nasional untuk memperkuat sektor semikonduktor sebagai bagian dari persaingan teknologi global, terutama dengan Amerika Serikat.
Bagi Xiaomi, ini adalah terobosan besar di tengah tahun yang penuh investasi, termasuk dalam pengembangan kendaraan listrik (EV). Proyek pembuatan chip ini juga dapat memberikan keunggulan kompetitif pada perangkat seluler dan membantu perusahaan menciptakan EV yang lebih pintar.
Namun, memasuki industri chip bukanlah hal mudah. Bahkan perusahaan besar seperti Intel dan Nvidia menghadapi tantangan berat, sementara saingan Xiaomi, Oppo, juga belum berhasil di bidang ini.
Saat ini, hanya Apple dan Google yang berhasil mengintegrasikan chip buatan sendiri pada perangkat mereka, sementara Samsung masih bergantung pada Qualcomm.
Xiaomi berencana meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan menjadi CNY 30 miliar (sekitar Rp65 triliun) pada 2025, naik dari CNY 24 miliar (sekitar Rp52 triliun) pada 2024.
Dikutip dari Gadgets360.com, Rabu (27/11/2024), menurut CEO Xiaomi, Lei Jun, fokus penelitian akan mencakup kecerdasan buatan, pengembangan sistem operasi dan teknologi chip.
Terobosan ini juga dapat memberikan dampak signifikan pada mitra produsen chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., yang menghadapi tekanan geopolitik.
Xiaomi, yang sebelumnya menerima investasi dari Qualcomm, kini memilih jalur independen untuk memperkuat daya saingnya di pasar teknologi global.
Rencana besar Xiaomi ini menunjukkan tekad perusahaan untuk menjadi pemain kunci di sektor teknologi tinggi, baik dalam industri smartphone maupun kendaraan listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







