Akurat

Bluesky Kini Punya 10 Juta Pengguna Dampak Penutupan X di Brasil

Petrus C. Vianney | 18 September 2024, 22:44 WIB
Bluesky Kini Punya 10 Juta Pengguna Dampak Penutupan X di Brasil

AKURAT.CO Jaringan sosial Bluesky mengumumkan bahwa mereka telah mencapai 10 juta pengguna. Pertumbuhan ini terjadi setelah lonjakan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, menyusul penutupan platform X milik Elon Musk di Brasil.

"Jika Anda membaca ini, Anda termasuk dalam 10 juta pengguna pertama di Bluesky," tulis Bluesky dalam sebuah postingan, dikutip Selasa (17/9/2024).

Selain itu, terdapat fitur menarik di halaman beranda platform ini, di mana pengguna bisa melihat nomor keanggotaan mereka dengan mengklik emoji perayaan dan membagikannya kepada teman.

Bulan lalu, Brasil melarang X dan mengenakan denda bagi pengguna yang mencoba mengaksesnya dengan VPN. Hal ini membuat platform lain seperti Threads milik Meta dan Bluesky semakin populer.

Dikutip dari Techcrunch.com, saat ini, Bluesky berada di peringkat 10 teratas aplikasi media sosial di App Store dan Play Store Brasil.

Bluesky memperoleh 3 juta pengguna dalam hitungan hari setelah larangan tersebut, sehingga total pengguna menembus 9 juta pada awal bulan ini. Perusahaan melaporkan bahwa lebih dari 85 persen pengguna baru berasal dari Brasil.

Minggu lalu, Bluesky mencatat aktivitas tertinggi di platformnya, meskipun sempat mengalami gangguan server akibat pendaftaran massal.

Setelah hampir setahun eksklusif untuk undangan, Bluesky membuka akses untuk semua pengguna pada Februari. Di sisi lain, Threads kini telah mencapai lebih dari 200 juta pengguna.

Bluesky juga baru saja memungkinkan pengguna memposting video serta memperkenalkan alat moderasi baru, seperti kontrol siapa yang dapat mengutip postingan, menyembunyikan balasan dan membisukan kata-kata untuk waktu tertentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.