Pengunaan Meningkat di Indonesia, Ini Keunggulan Teknologi Cloud untuk Data

AKURAT.CO Muhammad Salahuddien, pakar IT dari Cyber Security Independent Resilience Team of Indonesia (CSIRT), menyatakan bahwa teknologi komputasi awan atau cloud telah menjadi bagian integral dari industri digital Indonesia sejak awal 2010-an.
Menurut survei IDC Research, industri cloud nasional telah tumbuh 28 persen per tahun selama lima tahun terakhir, dengan nilai pasar mencapai $1,3 miliar (sekitar Rp 21 triliun) pada awal 2025. Layanan cloud kini menjadi pilar ekosistem digital Indonesia dan bagian dari persaingan bisnis global dengan standar mutu yang setara.
Dua keunggulan utama cloud adalah pengalihan biaya investasi menjadi biaya operasional dan fleksibilitas pemanfaatan infrastruktur berkat teknologi virtualisasi. Investasi di sektor IT sering dianggap sebagai cost center, dengan biaya yang tinggi untuk akuisisi teknologi baru, pelatihan SDM dan depresiasi aset fisik.
"Untuk kebutuhan replikasi, pengguna harus menempatkan atau menyewa sumber daya komputasi sesuai kebutuhan," ujar Salahuddien kepada Akurat.co, Kamis (4/7/2024).
Layanan cloud menawarkan efisiensi biaya lebih dari 50 persen dibandingkan data center konvensional. Penggunaan multi-cloud strategy, atau lebih dari satu penyedia layanan cloud, meningkatkan redundansi dan ketahanan, mengurangi risiko single point of failure (SPOF).
Cloud memiliki arsitektur terdistribusi yang meningkatkan ketersediaan layanan hingga lebih dari 100 persen, dibandingkan dengan SLA maksimal di bawah 100 persen pada data center konvensional.
Standar keamanan yang diterapkan oleh penyedia layanan cloud mencakup SNI 8799, ISO 22237, ANSI, TIA 942 dan standar minimum Tier-3 serta Tier-4 dari Uptime Institute.
Fitur keamanan seperti Security Operation Center (SOC), sistem pencegahan kebocoran data dan analisis permukaan serangan dengan teknologi AI semakin melengkapi keamanan layanan cloud.
Dalam konteks Pusat Data Nasional (PDN), penyedia layanan cloud telah menyediakan standar, desain dan fitur keamanan yang optimal.
Namun, implementasi maksimal dari teknologi ini oleh pengguna masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









