Lindungi Diri Dari Cyber Crime, Begini Cara Menghapus Jejak Digital

AKURAT.CO Menghilangkan jejak digital tentu menjadi hal yang penting saat ini. Pasalnya, jejak digital kini menjadi salah satu aspek penilaian diri seseorang.
Oleh karena itu, kamu harus mengetahui cara menghapus jejak digital.
Cara menghapus jejak digital bukan lah perkara yang sulit. Namun sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui caranya.
Padahal, dengan menghapus jejak digital, kamu bisa melindungi diri dari kejahatan dunia maya atau cyber crime.
Baca Juga: Jaga Rekam Jejak Digital, Bijak Dalam Berkonten
Berikut cara menghapus jejak digital agar data-data pribadimu tetap aman:
1. Menggunakan Google Support
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan Google Support yang bisa diakses melalui laman https://support.google.com/
Melalui laman tersebut kamu bisa membuat permohonan pada Google untuk menghapus konten yang dianggap melanggar aturan.
Setelah kamu mengirimkan permohonan penghapusan konten, Google akan me-review, memblokir, serta menghapus konten dan juga jejak digitalmu.
2. Menghapus riwayat pencarian
Banyak aplikasi yang menyimpan data penggunanya. Hal ini membuat aplikasi dapat dengan mudah menyinkronkan informasi ke perangkat lain.
Oleh karena itu, untuk melindungi data pribadi atau jejak digitalmu, kamu harus menghapus log pencarian dari ponsel dengan menghapus catatan di berbagai platform yang kamu miliki.
Untuk menghapus log pencarian dari ponsel tersebut, kamu bisa mengakses Google, lalu buka laman riwayat aktivitas Google, kemudian klik hapus.
3. Gunakan mode incognito
Mode incognito merupakan mode private pada browser yang bisa digunakan ketika kamu hendak melakukan penelusuran di internet.
Melalui mode ini, aplikasi yang kamu gunakan tidak akan merekam laman yang kamu kunjungi, termasuk keyword atau kata kunci yang digunakan.
Namun dengan menggunakan incognito bukan berarti membuat kamu tidak terlacak sama sekali. Sebagai contoh, kamu masih akan terekam ketika masuk ke Facebook.
Kendati demikian, hal ini masih bisa diakali dengan menggunakan VPN saat beraktivitas di dunia maya untuk benar-benar mensenyapkan jejak digitalmu di internet.
Baca Juga: Tips Menjaga Rekam Jejak Digital Tetap Positif
4. Hapus semua cookie
Dengan menghapus cookie, situs-situs yang kamu kunjungi tidak dapat lagi dilacak. Menghapus cookie bisa dilakukan di semua browser yang dipakai, mulai dari Chrome hingga Firefox.
Namun jika menggunakan browser, kamu harus menghapus satu per satu. Jika tak ingin mengikuti proses panjang, kamu bisa gunakan alat pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer untuk menghapusnya sekaligus.
5. Memeriksa data yang bocor
Akses internet yang semakin tinggi, membuat kebocoran data bukanlah sesuatu hal yang baru lagi. Meski demikian, kebocoran data dapat diantisipasi dengan melakukan pengecekan rutin.
Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan situs Have I Been Pwned? di https://haveibeenpwned.com. Ini merupakan layanan gratis untuk membantu pengguna internet memeriksa apakah data informasinya pernah bocor atau dikompromikan.
Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu mengisi alamat email pada situs tersebut. Dengan begitu, kamu akan melihat data apa saja yang pernah bocor sebelumnya.
6. Menggunakan DeleteMe
Layanan DeleteMe juga dapat menjadi pilihan kamu untuk menghapus jejak digital. Kamu dapat melakukannya dengan memasukkan informasi pribadimu yang nantinya akan ditemukan dan dihapus oleh DeleteMe.
Proses penghapusan data pribadi ini akan memakan waktu setidaknya tujuh hari setelah kamu mengirim informasi pribadimu. Nantinya, kamu akan menerima laporan penghapusan data pribadi yang telah dilakukan DeleteMe.
Melalui layanan DeleteMe, kamu juga bisa menghapus data pribadi dan jejak digitalmu setiap 3 bulan.
7. Membatasi pelacakan dari aplikasi
Tiap aplikasi memiliki pendekatan yang berbeda untuk mencatat aktivitas penggunanya. Namun, beberapa aplikasi akan menghentikan pelacakan aktivitas saat pengguna memintanya dengan mengaktifkan mode incognito.
Sebagai langkah awal terbaik untuk membatasi pelacakan dari aplikasi adalah dengan memeriksa pengaturan dan menghentikan pelacakan.
Namun jika tidak menemukan opsi ini, kamu bisa menghapus seluruh aktivitas secara manual. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







