Akurat Logo

Mendikdasmen Turunkan Tim Usut Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang

Siti Nur Azzura | 10 Oktober 2026, 05:02 WIB
Mendikdasmen Turunkan Tim Usut Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. - Foto: Setpres

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan tim dari Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen sudah datang ke Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, untuk mengusut kasus siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, berinisial A (7), yang meninggal setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.

"Terkait dengan kasus yang ada di Pemalang (perundungan) sudah ada tim dari Irjen yang datang langsung ke orang tuanya," kata Abdul Mu'ti, di Kabupaten Semarang, dikutip Antara, Jumat (9/10/2026).

Tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jateng juga sudah bertemu dengan Bupati Pemalang, kepala dinas terkait, dan juga jajaran masyarakat. "Kami telah berusaha untuk bagaimana agar persoalan ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Baca Juga: Kematian Siswa SD di Pemalang Diselimuti Spekulasi, Polisi dan Pihak Sekolah Harus Buka Suara

Dia menyampaikan keprihatinan masih berulangnya kasus perundungan. Secara aturan, Kemendikdasmen sebenarnya melakukan berbagai upaya agar kebijakan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dapat ditegakkan di semua satuan pendidikan.

"Tetapi, memang dalam realitasnya peraturan itu belum berjalan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Ke depan, pihaknya akan berusaha untuk lebih meningkatkan pelaksanaan budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta budaya ASRI (aman, sehat, resik, indah).

Baca Juga: KPK Geledah 15 Rumah Terkait Kasus Bupati Pemalang, Sita Dokumen Proyek PUPR hingga CCTV Hotel

"Kami berkomitmen dan mengajak semua pihak untuk lebih meningkatkan pembinaan kepada anak-anak, tidak hanya ketika mereka berada di sekolah tapi juga ketika di rumah, di masyarakat dan ketika mereka menggunakan media," jelasnya.

Sebab, banyak pelaku kekerasan itu terinspirasi oleh apa yang mereka tonton di media, terutama di internet dan media sosial. Namun yang terpenting adalah bagaimana bekerja sama dalam melakukan pembinaan anak-anak, sesuai dengan ranahnya masing-masing.

"Pembinaan di sekolah tidak cukup tanpa dukungan pembinaan orang tua di dalam keluarga. Pembinaan di sekolah dan keluarga tidak cukup tanpa pembinaan di masyarakat," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.