KPK Geledah Kantor Bupati hingga DPRD Kuansing, Sita Dokumen dan Land Cruiser Diduga Hasil Suap

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah kantor pemerintahan, rumah para tersangka, hingga sebuah kantor ekspedisi, dalam penyidikan kasus dugaan suap pengisian jabatan dan gratifikasi di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan selama tiga hari, mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Senin (6/7/2026), di Kabupaten Kuansing dan Kota Pekanbaru.
"Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengisian jabatan perangkat daerah maupun penerimaan gratifikasi di Kabupaten Kuantan Singingi periode 2021 sampai 2026," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Dalami Amplop Bupati Kuansing ke Menhut, KPK Tegaskan Pengembalian Uang Tak Hapus Unsur Pidana
Di Kabupaten Kuansing, penyidik menggeledah Kantor Bupati, Kantor DPRD, serta Kantor Dinas Perkebunan. Tim penyidik juga menyasar rumah pribadi maupun rumah dinas para tersangka, yakni Bupati nonaktif Kuansing Suhardiman Amby (SA), Sekretaris Daerah nonaktif Zulkarnaen (ZKN), dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardiles (ARD).
Selain itu, sejumlah rumah pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara juga turut digeledah, termasuk rumah Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kuansing. Sementara di Kota Pekanbaru, penyidik melakukan penggeledahan di salah satu kantor jasa ekspedisi.
Dari rangkaian penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen serta Barang Bukti Elektronik (BBE) yang dinilai memperkuat pembuktian dalam perkara yang tengah diusut.
Tak hanya itu, penyidik juga berhasil menemukan satu unit Toyota Land Cruiser LC 300 tahun 2023 yang diduga merupakan barang bukti suap dari tersangka Zulkarnaen kepada Suhardiman Amby.
Mobil mewah tersebut ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) di sebuah gudang penitipan kendaraan di Kota Pematang Siantar. Saat ditemukan, kendaraan itu diduga telah disembunyikan dan nomor polisinya telah diganti.
"Pada hari itu juga penyidik kemudian membawa kendaraan tersebut ke Jakarta menggunakan jasa towing," ujar Budi.
KPK mengapresiasi seluruh pihak yang bersikap kooperatif selama proses penggeledahan berlangsung. Namun, lembaga antirasuah juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang berupaya menyembunyikan, memindahkan, atau merusak barang bukti karena tindakan tersebut dapat menghambat proses penegakan hukum.
Menurutnyq, penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti sekaligus menelusuri aset maupun pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
"KPK akan terus menelusuri setiap informasi, aset, maupun pihak-pihak yang diduga terkait dengan perkara ini sebagai wujud komitmen menghadirkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berdasarkan ketentuan perundang-undangan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





